Film/Drama

Sunao ni Narenakute

* Title: 素直になれなくて
* Title (romaji): Sunao ni Narenakute
* Format: Renzoku
* Genre: Drama
* Episodes: about 11
* Broadcast network: Fuji TV
* Broadcast period: 2010-Apr start
* Air time: Thursday 22:00
* Cast:

Drama ini sendiri masih airing. Lusa, tanggal 20 Mei 2010 baru muncul episode ke 6 dari 11 episode. Tapi saya keburu jatuh cinta dan tak sabar ingin memberikan review 4 episode yg sudah saya tonton.

Twitter bagaikan gaya hidup yang sudah sangat merakyat saat ini. Semua kenal twitter dan di Indonesia hampir 2000 orang lebih (CMIIW) telah menggunakannya. Bahkan Indonesia menempati peringkat keenam atau peringkat pertama asia dengan 2,34 persen dari seluruh dunia. But, we don’t talk about ourself. We’re disscusing about Sunao ni Narenakute now. Gomen.

Yah, begitulah. Twitter sudah jadi tren baru sekarang. Karena mudah penggunaannya. Mulai banyak orang meninggalkan blog untuk nge-tweet. Hanya dengan 140 karakter saja, kita sudah bisa curhat dan saling melempar komen dengan teman. Karena basisnya adalah internet, tentu saja lingkungan pertemanan semakin luas dan besar. Begitu juga yang terjadi pada drama ini. Twitter adalah penghubung lima orang yang jadi tokoh drama Sunao ni Narenakute.

Sebagai tweple (sebutan untuk pengguna twitter), image mereka sebagai tweple tampak lebih indah dari kenyataan yang ada. Lalu muncul keinginan untuk saling bertemu dan mengakrabkan diri di dunia nyata. Karena sejak awal mereka masing-masing tidak jujur dengan diri sendiri, begitu bertemu di kafe pun mereka masih berbohong mengenai profesi dan siapa diri mereka.

Sekarang, mari saya kenalkan 5 tokoh sentral yang akan mendominasi dorama ini.

Nakaji (Eita)
Nama aslinya Nakajima Keisuke. Username twitternya adalah Nakaji, diambil dari nama marganya sendiri, Nakajima. Ia sangat mengagumi ayahnya yg seorang fotografer perang. Maka dari itu ia pun ikut menggeluti dunia fotografi. Ia mengaku bekerja sebagai fotografer majalah fashion terkenal seperti Vogue. Namun nyatanya sebagai pemula ia bekerja menjadi asisten fotografer Gravure Idol (model porno namun tidak murni nude) sambil memotret hal-hal yg disukainya.

Haru (Juri Ueno)
Nama aslinya Mizuno Tsukiko. Karena lahir di musim semi maka ia mengambil nama Haru sebagai usernamenya. Bekerja sebagai guru bantu di sebuah SMA. Untuk yg satu ini ia tidak berbohong mengenai profesinya. Ia hanya tidak bilang bahwa ia cuma guru pengganti pada teman twitternya. Haru tidak percaya diri dan selalu menyimpan semua dalam hati. Ia juga tak pernah sekalipun punya pacar selama 24 tahun hidupnya. Ayahnya pergi sejak ibunya menopause. Dan adiknya sedang dalam rehabilitasi narkoba.

Doctor (Jejung)
Nama aslinya Park Seonsu. Datang ke Jepang dari Korea Selatan lima tahun lalu bersama adiknya. Dia mengaku sebagai seorang dokter bernama Kang Insong padahal ia hanya seorang sales peralatan kedokteran. Perusahaannya dalam masalah karena bisnis sedang buruk dan ia low-ranking salesman dalam penjualan sehingga hampir di pecat jika tak bisa menjual satu pun dagangannya.

Peach (Megumi Seki)
Nama aslinya Nishimura Hikari. Mengaku sebagai pramugari padahal hanya penjaga toko. Teman baik Haru sejak SMA. Dia diajak Haru untuk ikut offline Gathering karena Haru cewek sendiri diantara teman-teman twitternya yg akan bertemu. Peach tipe yang tidak berpikir panjang dan terkadang agak kasar tentang lelaki,

Rinta (Tamayama Tetsuji)
Nama aslinya Ichihara Kaoru. Seorang editor majalah di perusahaan kecil. Ia pun tidak berbohong mengenai profesinya, namun ada kenyataan yg sengaja ditutupi. Karena wajahnya yang tampan dia ditunjuk jadi editor oleh kepala editor yg suka melakukan pelecehan seksual padanya. Karena ancaman dari kepala editornya serta ejekan dari para partner kerja ia menjadi sangat tertekan.

Apa jadinya pertemanan yang dilandasi dengan kebohongan, sanggupkah hubungan itu langgeng? Walau satu per satu kenyataan yg tak seindah bayangan mulai terkuak. Apakah mereka bisa jujur terhadap diri sendiri dan teman-temannya? Karena pada dasarnya mereka mulai beralih pada twitter karena kehidupan nyata mereka sama-sama menyebalkannya. Mereka tak pernah benar-benar punya teman sejati. Jauh di lubuk hati mereka ikut pertemuan offline adalah untuk mendapatkan teman yang bisa diajak bersenang2 bersama. Bagaimana perjalanan mereka menemukan kejujuran yang terpendam nanti? Yah, nontonlah sendiri. Bahkan sepingin-pinginnya saya ngasih spoiler juga nggak bakalan bisa karena doramanya sendiri belum tamat sih. Hehe.. *ditendang*

Kesan pertama saya begitu 3 menit pertama dorama ini di putar adalah kereeeen. Pengambilan gambarnya, OSTnya, scenenya. Wow, bahkan editing gambarnya bagus banget. Nggak ngebosenin. Trus OSTnya klop and easy listening. The ting-ting dan backsoundnya instrumen klasik yg saya yakin nyomot dari OST film The Holiday (yg main Jude Law, Jack Black, Kate Winslet). Scenenya indah sekali. Nggak ada satu pun yang nggak eye-catching. It’s just so Hollywood. Well, almost. Tapi begitu memasuki cerita, sudah jalan biasa khas Jepang. Alurnya juga melambat dan saya jadi bosan. Sementara yang lain betah karena Eita. Saya bertahan hanya karena ada Ueno Juri disini. Walau saya juga tahu Eita main di Nodame Cantabilledan begitu di puji karena kehebatan aktingnya, toh saya masih nggak ngeh siapa itu Eita. He’s just not my type and his appearance not that into me.

Tapi begitu memasuki episode kedua dan ketiga saya sudah di bawa penasaran lagi. Dan sampai pada satu kesimpulan. Dorama ini punya plot yang beda. Plot ini.. sungguh kotor. Well, bukan kotor sembarang kotor. Hanya saja, saya sudah sering melihat dorama humanis Jepang yg selalu berisi pesan moral macam 14 Sai no Haha, Life, Smile, dsb. Atau semi komedi macam cerita sekolahan kayak Gokusen, Dragon Zakura, My Boss My Hero, dsb. Yg kedokteran macam Code Blue, Iryu, Godhand Teru, dsb. Atau detektif-thriller-crime macam Unfair, Bloody Monday, Liar Game, Hidarime Tantei, dsb.

Bukan, bukan seperti diatas. Dorama ini punya sesuatu yang berbeda. Bukan dorama berat kok. Ceritanya lebih konsen ke gaya hidup yg kotor, sangat realistis. Hampir mirip kesan yg muncul saat nonton Love-Shuffle, tapi karena dialog disini nggak selucu Love-Shuffle, jadinya saya ngerasa tertarik ngikutin lebih lanjut, penasaran abis. Sunao ni Narenakute ini lebih serius, komedinya nggak dibuat-buat. Mengalir gitu ajah, sangat nyata, dekat dengan keseharian, smooth. But still, plays dirty. Seperti gaya hidup affairnya, juga kisah cinta monyetnya Haru yg bertepuk sebelah tangan, rasisme yg tetap ada dimana-mana, serta penyimpangan seksual yg banyak kita temui di sekitar masyarakat dewasa ini. Yang lebih sering kita pandang sebelah mata saja dan kita cemooh. Padahal fenomena ini nyata keberadaannya namun kita tidak mau secara gamblang mengakuinya. Karena kita masih sering tak mau jujur pada diri sendiri. Ternyata eh ternyata, screenwriternya itu Kitagawa Eriko yg dapet julukan “The Goddess of Love Stories.” Ah, pantesan…

Dari segi akting, tak usah ditanya. Ueno Juri dan Eita gitu loh. Selain nama mereka yg populer dan image mereka yg sudah dicintai jutaan penggemar, saya tak perlu berkomentar lebih banyak. Bahkan karakter Dokter yang dimainkan Hero JaeJoong sendiri membuat jatuh cinta. Sempat kaget kenapa ada idol korea nongon di dorama Jepang. Nggak nyangka Hero fluent in Japanese. Secara saya bukan penggemar DBSK jadi saya cuma sekedar tahu tanpa mengenal lebih jauh. But, he indeed not just pretty face. He got the talent. Haha. Bonus berarti ya, karena motivasi saya nonton ini kan cuma gara-gara ada Ueno Juri. Jadi intinya, asal ada Ueno Juri, entah ceritanya tentang apa, siapa lawan aktingnya tak jadi masalah buat saya. Jadi tanpa informasi lebih banyak langsung nonton aja.

Saya masih belum nonton endingnya karena ceritanya sendiri belum tamat. Namun saya berani memberi nilai 4.5 dari 5 bintang dari segi cerita dan visual yg indah. Untuk alur, memang lambat dan agak membosankan di awal episode, tapi akan segera membaik begitu masuk episode 5. Selebihnya saya masih belum bisa berkata banyak. Namun semoga kita bisa memetik pelajaran dan melihat dunia pandangan yang lebih terbuka.

Advertisements
Film/Drama

Hidarime Tantei EYE [SP]

Tanaka Ainosuke (Yamada Ryosuke) lahir dengan mata sebelah kiri yang lemah. Penglihatannya buram. Padahal dia sangat suka menggambar. Jadi sedikit kesulitan untuk beberapa sudut pandang. Namun kakaknya, Tanaka Yumehito (Yokoyama Yu) tiba-tiba saja menyumbangkan kornea kirinya untuk Ainosuke. Dan akhirnya Ainosuke bisa melihat lagi dengan jelas. Ketika pulang kerumah sehabis operasi, kakaknya mengirim amplop berisi uang sejumlah 2 juta yen dan sepucuk surat yang aneh. Kemudian, keesokan harinya Ainosuke menerima kabar bahwa kakaknya meninggal karena ledakan gas di laboratoriumnya.

Ainosuke tak percaya begitu saja dengan hasil laporan kepolisian yang menyatakan bahwa insiden itu murni kecelakaan. Karena sebagai adiknya, Ainosuke tahu benar kakaknya bukan tipe orang ceroboh yg bisa menyebabkan ledakan dalam pekerjaannya. Dan yang lebih aneh lagi, mata kirinya (hasil tranplantasi kornea kakaknya) mulai menunjukkan visi/gambar/penglihatan yg pernah di lihat kakaknya dulu. Dari sana ia mulai menyelidiki keanehan dibalik kematian Yumehito dibekali dengan petunjuk dari mata kirinya.

Ainosuke tidak sendirian. Ia dibantu oleh Dokter sekolah, Sayama Hitomi (Ishihara Satomi). Namun dokter yang satu ini bertujuan lain. Niatnya tidak murni menyingkap tabir kematian Yumehito, tapi demi mendapatkan uang milik Yumehito (karena dalam penglihatan Ainosuke, kakaknya punya uang segelan bank dalam jumlah cukup banyak).

Gerakan Ainosuke dan Hitomi bukannya tanpa halangan. Ada pembunuh bayaran yang menginginkan kematian mereka. Dan sadarlah mereka bahwa kematian Yumehito hanyalah bagian kecil dari rencana kejahatan besar. Hingga harus berhubungan dengan dektektif kepolisian Ohuchi Kenjo (Terawaki Yasufumi) yang memiliki integritas tinggi dan menjunjung kebenaran.


Hidarime Tantei EYE/Left Eye Detective memberikan suguhan jenis lain dari Detective Q yang pernah dimainkan Yamada Ryosuke sebelumnya. Saya lebih suka karakter Yamada Ryosuke sebagai Tanaka Ainosuke daripada sebagai Amakusa Ryu di Tantei Q. Perannya sama-sama seorang detektif/penyelidik yg berusaha menyingkap kasus, namun karakternya disini lebih tereksplore daripada hanya sekedar cowok keren jenius nan judes seperti Amakusa Ryu.

Diantara drama-drama lain yang pernah dia mainkan (Scrap Teacher, 1 Pound of Gospel, Detective Q) hanya dalam Hidarime Tantei EYE inilah akting Yamada Ryosuke sangat bagus dan patut diacungi jempol. Bukannya saya bilang aktingnya sebelumnya jelek, nggak, aktingnya sudah bagus. Tapi sungguh, di Left Eye Detective ini Yamada dituntut untuk menangis, marah dan sedih, sehingga ekspresinya beragam dan keahliannya berakting tidak boleh dipandang sebelah mata lagi.

Kemudian akting yang tak kalah bagusnya adalah Ishihara Satomi. Saya sudah melihat aktingnya dalam peran yg berbeda di (H2, Yoshitsune, Tsubasha no Oreta Tenshitachi 2, dan Puzzle) dan sama sekali tak mengecewakan. Karakternya yang sangat suka shopping membuatnya terlilit hutang dan motifnya membantu Ainosuke tak lain hanya untuk mendapatkan uang milik Yumeto.

Akting Tanaka Yumehito yang diperankan Yokoyama Yu juga tak kalah mengagumkan. Setiap kali muncul scene yang ada Yokoyama Yu saya selalu diterpa Deja Vu. Eh, ternyata dia emang pernah main di dorama Yukan Club sebagai Kikumasamune Seishiro (yang jadi anaknya pemilik rumah sakit yg pinter). Aneh sekali ngelihat Yokoyama Yu disini tampil keren, soalnya waktu di Yukan Club dandanannya enggak banget. Hahaha..

Meski baru SP (episode Spesial) yang dikeluarkan dulu, tapi saya sebagai penonton merasa drama Left Eye Detectivenya nanti (yg sudah ditayangkan sejak 9 Januari 2010 kemarin) bakalan heboh dan meraih rating tinggi. Dengan plot twist yang menegangkan, drama SP ini digunakan sebagai teaser. Bagi para pecinta film thriller dan detective setelah menontonnya dijamin akan tergoda untuk sebelum menyentuh drama berserinya.

Entah kenapa, walau hanya SP dari drama, saya mendapat kesan screenplay Hidarime Tantei Eye ini layak dikategorikan sebagai film. Karena script dan sinematografinya yang bagus sekali mungkin. Saya tidak seperti menonton SP-SP yg lain. Untuk itu, saya berani beri bintang 5 dari total 5 bintang.

Ketinggian kah nilai itu? Enggak dong. Coba tonton dan nilai sendiri, lalu bandingkan dengan nilai saya 😀

Ah, omong-omong, walau sudah tayang sejak tanggal 9 kemarin, masih belum ada tim subbing yang megang drama ini. Jadi untuk pecinta Yamada Ryosuke dan drama jenis crime/thriller/detective diharap bersabar karena kesempatan menonton kita masih jauh.

Untuk yang mau merasakan teasernya (a.k.a Hidarime Tantei Eye SP) bisa download versi RAWnya:

FILE: MOVIE
TYPE: .AVI
SIZE: 620 MB
DOWNLOADENG SUB

*jika ingin pakai Subtitle Indonesia, sudah saya translatekan sendiri, semoga hasilnya bagus. Selamat menikmati.
IND SUB

Cara Download IDWS

Subtitle Indonesia untuk Doramanya bisa di download langsung di Blog Indonesia Subtitle

Film/Drama

My Lady Boss, My Hero

Drama korea ini adalah My Boss My Hero versi cewek. Kalau kamu pernah nonton film korea yang judulnya My Boss, My Hero yang diperankan Jung Joon-Ho atau dorama Jepang dengan judul sama My Boss My Hero yang di perankan artis Jepang terkenal seperti Tomoya Nagase, Tegoshi Yuya, Aragaki Yui dan Tanaka Koki pasti bakalan ngerasa familiar dengan kdrama yang satu ini.

Masih dengan ide cerita yang sama. Anggota mafia terpaksa harus kembali ke sekolah untuk menjalankan misi yang diperintahkan oleh ketuanya. Dengan catatan mereka harus memalsukan umur dan identitas serta harus berbaur dengan murid-murid lainnya tanpa membuat masalah. Begitu juga ide cerita yang diambil drama My Lady Boss, My Hero atau yang juga terkenal dengan judul My Boss My Lady. Hanya saja kali ini tokoh utama kita adalah para wanita.

*ketiga anggota mafia saat bekerja

Shim Sang Goon adalah orang kepercayaan Kim Sang Joong, seorang bos mafia. Walau dia wanita tapi dia pandai bela diri dan selalu diserahi tugas-tugas penting berkaitan dengan bisnis Sang Joong. Hingga akhirnya, Kim Sang Joong memercayainya untuk melindungi putrinya yang bernama Kim Eun Bo. Sang Goon dan kedua anak buahnya, Kang Yoo Mi dan Kim Hyo Young terpaksa kembali ke SMA untuk melindungi putri sang ketua mafia itu.

*suka duka semasa SMA

Kalau hanya sekedar melindungi saja, gampang bagi mereka. Yang susah itu adalah menyembunyikan identitas mereka dari semua orang (guru, murid, dan bahkan putri ketua mereka sendiri). Mereka yang terbiasa memaki harus berbicara sopan, mereka yang selalu superior terpaksa tunduk dan rela dihukum oleh para guru, dan ditindas oleh geng cewek nakal. Penasaran dengan ceritanya? Tonton sendiri My Boss, My Lady.

****

PARK YE JIN as SHIM SANG GOON

Sebagai hyungnim dari tiga bersaudara, dia yang paling tenang dan tegas. Sangat superior. Bela dirinya paling hebat. Namun juga paling tomboy. Wajahnya terlihat pintar namun aslinya tidak tahu apa-apa. Sering kali ketiban sial akibat ulah bawahannya. Dan imagenya sebagai anggota mafia yang berkharisma sering ternoda selama berada di SMA.

Ketika pertama kali saya mengenal Park Ye Jin dari Family Outing (Variety Show populer Korea, yg dibintangi selebriti papan atas Korea seperti Lee Hyo Ri, Daesung-Big Bang, Kim Soo Ro, Yoo Jae Suk, Lee Chun Hee, Kim Joong Kook). Di Family Outing, Park Ye Jin tampak kalem dan feminin. Karena Variety Show biasanya, entah sengaja atau tidak, seringkali memperlihatkan karakter asli para selebritisnya. Maka saya akrab sekali dengan tingkah manis Park Ye Jin. Tingkah feminin itu masih saya jumpai ketika melihatnya bermain di drama The Greet Queen Seon Deok sebagai Putri Chun Myun. Maka dari itu ketika melihat penampilan Park Ye Jin sebagai anggota mafia yang maskulin di My Lady Boss, My Hero ini, saya lumayan shock.

Cara berjalan, bicara, dan tertawanya sungguh berbeda. Sangat, kelaki-lakian. Hanya saja, pepatah mengatakan, “Mata jendela hati” memang benar adanya. Meski seluruh tubuh Park Ye Jin seolah berteriak dirinya seorang mafia sejati, namun pancaran matanya berbicara lain. Mata Park Ye Jin tetap lembut. Tak ada aura garang sama sekali. Tapi saya salut sekali dengan aktingnya. Park Ye Jin yang selama main di Family Outing selalu care dengan penampilan berani tampil jelek dan berkeringat di drama ini.

KIM MI RYEO as KANG YOO MI

Karakter Kang Yoo Mi adalah cewek bebal, tukang makan, dan tak tahu malu.

Selalu merasa lapar dan hidungnya terlatih mengendus bau makanan. Mulutnya kotor dan tak peduli penampilan. Selalu nyeletuk seenak udel tapi selalu mendukung dan membenarkan kata Hyungnimnya.

Lalu, komentar saya,

Cuma satu kata: TOTAL.

Kalau kamu pengen tahu gimana tipe cewek slengean, nggak tahu malu dan tukang makan. Wah, silakan bertepuk tangan melihat akting komedian Kim Mi Ryeo dalam drama ini. Entah kenapa saya jadi curiga kepribadian asli Kim Mi Ryeo persis seperti peran yang di bawakannya. Haha. Soalnya beneran natural banget. Padahal karakter perannya lumayan susah kalau saya bilang. Maksudnya, untuk beberapa artis yang kebanyakan ngejar image keren nan cakep, peran beginian mah pasti dilirik pun ogah. Makanya, saya kagum sekali dengan akting Kim Mi Ryeo disini.

Jung Si Ah as Kim Hyo Hyong

Meski kedua orang diatas sangat tomboy, cewek yang satu ini tetep suka jaga penampilan walau jago beladiri juga. Paling centil dan modis. Meski suka bertengkar sama Yoo Mi, tapi dia selalu perhatian sama Yoo Mi.

Saat Sang Goon dan Yoo Mi masih shock dengan kehidupan SMA, Hyo Hyong sudah bisa beradaptasi dengan baik dan semangat sekali menjalankan tugasnya sebagai ketua kelas. Rajin mengerjakan PR dan selalu positif thinking.

Diantara ketiganya, mimik Jung Si Ah ini yang paling menarik. Selain karena karakternya yang cewek abis dan suka dandan, saya rasa kalau tidak didukung akting Jung Si Ah pasti kesan yang ditimbulkan tidak akan sekuat itu.

PARK SANG MYUN as KIM SANG JOONG

Ini dia bos mafianya. Karena sangat sayang sama putrinya, makanya dia kirim anaknya ke Amerika agar keselamatan anaknya terjamin. Tapi rupanya hal itu jadi senjata makan tuan. Karena putrinya jadi membencinya dan selalu memberontak. Hatinya sedih sekali karena tidak bisa mengendalikan Eun Bo.

Belakangan, dia terlibat kisah cinta dengan wali kelas Eun Bo.

YOO SEOL AH as KIM EUN BO

Gadis cantik ini adalah putri dari Sang Joong. Karakternya pendiam dan tidak mau tahu urusan orang lain.

Karena dikirim ke Amerika, ia marah dan merasa dibuang oleh ayahnya. Selalu membantah serta tidak mengacuhkan keberadaan ayahnya sebagai bentuk pemberontakan. Di kelas ia selalu tidur, tidak pernah mendengarkan pelajaran. Dan bergaul dengan geng cewek nakal yang sering menindas Sang Goon.

Karena situasi yang berbahaya, Sang Goon dikirim untuk melindungi putri semata wayang bosnya. Walau awalnya Eun Bo sendiri ikut menindas Sang Goon, akhirnya si putri mafia ini bisa berteman juga dengan Sang Goon dan kawan-kawan.

PARA GURU

Dari kiri ke kanan:

Guru olahraga yang satu ini sangat suka menghukum Sang Goon, Yoo Mi, dan Hyo Hyong. Meski sok jago, toh ia selalu kalah melawan kekuatan fisik Yoo Mi, sehingga membuatnya lebih marah lagi dan menambah hukuman untuk mereka bertiga.

Wali Kelas 2-3

Di usia 32 tahun masih belum menikah sehingga kepribadiannya aneh. Moodnya yang berubah-ubah tergantung dari pemasukan gaji. Kalau tanggal muda tiba, ia berubah jadi guru yang friendly, tapi ketika sedang seret, suka sekali menjadikan murid-muridnya sebagai bahan taruhan. Belakangan terlibat kisah cinta dengan Sang Joong (ayah Eun Bo).

Guru Baru

Guru baru ini baik sekali. Selalu positif thinking dan tak pernah berprasangka buruk. Berapa kali pun ia dikerjai murid-muridnya, ia tak pernah marah maupun curiga. Maka dari itu ia jadi populer sekali. Hingga Sang Goon pun akhirnya jatuh cinta padanya.

*keluarga sang guru menyambut hangat kedatangan mereka

Setelah diselidiki, Keluarga guru ini pun tak beda jauh. Sangat baik kepada Sang Goon, Yoo Mi dan Hyo Hyong. Mereka yang biasanya sangat kasar dan bicara seenak udel langsung speechless ketika bertatap muka dengan seluruh keluarga yang menyambut hangat mereka. Bahkan saat mereka sengaja bermaksud menyindir dan siap berkonfrontasi langsung (dalam rangka ngerjain si Guru Baru) keluarga sang guru malah menganggap mereka memuji dan tak marah sama sekali. Hingga mereka bertiga pulang ke rumah dengan tatapan kosong. Seperti baru dicuci otak, lucu sekali.

Komentar Penulis:

Drama My Lady Boss, My Hero ini merupakan drama komedi berbumbu romance. Jadi isinya melulu kelucuan ala komikal dan hanya sedikit bumbu romancenya. Namun komedinya korea ya begitu itu. Nggak selucu drama Jepang. Malah dalam My Boss, My Lady alurnya terkesan lambat kalau boleh saya bilang. Mungkin karena jenis drama korea yang kental dengan romance membuat alur drama ini berjalan terkesan agak lambat dalam sinematografinya.

Tipe gambarnya sama kayak tipe drama-drama mellow-romance. Mungkin directornya spesialis drama roman, soalnya saya yakin kalau My Boss My Lady ini drama roman, hasilnya bakalan bagus sekali. Jadi, saya rasa agak kurang greget dikit untuk drama komedi, kurang cepet dalam beberapa scene walau nggak mengurangi kelucuannya. Hanya saja garapan drama yang satu ini harusnya bisa “lebih” lagi.

Kemudian poin plusnya adalah dari segi action. Jarang saya lihat ada artis cewe korea bisa bela diri. Dan dalam drama ini ada banyak adegan silat yang dimainkan artisnya sendiri (tanpa stuntman). Terlepas dari kekurangan pengambilan gambar dalam sisi komedinya, angle yg diambil untuk adegan action cukup bagus. Jadi saya yang lumayan suka adegan martial arts tidak dikecewakan.

Komedi Drama ini cocok buat penonton remaja dan dewasa yg ingin menghabiskan waktu senggangnya menonton drama yg ga bikin mikir. Lagipula hanya 8 episode saja. Cukup padat untuk ukuran Korea yang suka bikin 16+ episode. Buat penonton pria pun tak akan dikecewakan. Karena artis wanitanya cantik-cantik dan suka sekali berbaju mini. Jadi dari saya cukup dapat 3 dari 5 bintang aja deh. So, selamat menikmati ^_^