Film/Drama

Sunao ni Narenakute

* Title: 素直になれなくて
* Title (romaji): Sunao ni Narenakute
* Format: Renzoku
* Genre: Drama
* Episodes: about 11
* Broadcast network: Fuji TV
* Broadcast period: 2010-Apr start
* Air time: Thursday 22:00
* Cast:

Drama ini sendiri masih airing. Lusa, tanggal 20 Mei 2010 baru muncul episode ke 6 dari 11 episode. Tapi saya keburu jatuh cinta dan tak sabar ingin memberikan review 4 episode yg sudah saya tonton.

Twitter bagaikan gaya hidup yang sudah sangat merakyat saat ini. Semua kenal twitter dan di Indonesia hampir 2000 orang lebih (CMIIW) telah menggunakannya. Bahkan Indonesia menempati peringkat keenam atau peringkat pertama asia dengan 2,34 persen dari seluruh dunia. But, we don’t talk about ourself. We’re disscusing about Sunao ni Narenakute now. Gomen.

Yah, begitulah. Twitter sudah jadi tren baru sekarang. Karena mudah penggunaannya. Mulai banyak orang meninggalkan blog untuk nge-tweet. Hanya dengan 140 karakter saja, kita sudah bisa curhat dan saling melempar komen dengan teman. Karena basisnya adalah internet, tentu saja lingkungan pertemanan semakin luas dan besar. Begitu juga yang terjadi pada drama ini. Twitter adalah penghubung lima orang yang jadi tokoh drama Sunao ni Narenakute.

Sebagai tweple (sebutan untuk pengguna twitter), image mereka sebagai tweple tampak lebih indah dari kenyataan yang ada. Lalu muncul keinginan untuk saling bertemu dan mengakrabkan diri di dunia nyata. Karena sejak awal mereka masing-masing tidak jujur dengan diri sendiri, begitu bertemu di kafe pun mereka masih berbohong mengenai profesi dan siapa diri mereka.

Sekarang, mari saya kenalkan 5 tokoh sentral yang akan mendominasi dorama ini.

Nakaji (Eita)
Nama aslinya Nakajima Keisuke. Username twitternya adalah Nakaji, diambil dari nama marganya sendiri, Nakajima. Ia sangat mengagumi ayahnya yg seorang fotografer perang. Maka dari itu ia pun ikut menggeluti dunia fotografi. Ia mengaku bekerja sebagai fotografer majalah fashion terkenal seperti Vogue. Namun nyatanya sebagai pemula ia bekerja menjadi asisten fotografer Gravure Idol (model porno namun tidak murni nude) sambil memotret hal-hal yg disukainya.

Haru (Juri Ueno)
Nama aslinya Mizuno Tsukiko. Karena lahir di musim semi maka ia mengambil nama Haru sebagai usernamenya. Bekerja sebagai guru bantu di sebuah SMA. Untuk yg satu ini ia tidak berbohong mengenai profesinya. Ia hanya tidak bilang bahwa ia cuma guru pengganti pada teman twitternya. Haru tidak percaya diri dan selalu menyimpan semua dalam hati. Ia juga tak pernah sekalipun punya pacar selama 24 tahun hidupnya. Ayahnya pergi sejak ibunya menopause. Dan adiknya sedang dalam rehabilitasi narkoba.

Doctor (Jejung)
Nama aslinya Park Seonsu. Datang ke Jepang dari Korea Selatan lima tahun lalu bersama adiknya. Dia mengaku sebagai seorang dokter bernama Kang Insong padahal ia hanya seorang sales peralatan kedokteran. Perusahaannya dalam masalah karena bisnis sedang buruk dan ia low-ranking salesman dalam penjualan sehingga hampir di pecat jika tak bisa menjual satu pun dagangannya.

Peach (Megumi Seki)
Nama aslinya Nishimura Hikari. Mengaku sebagai pramugari padahal hanya penjaga toko. Teman baik Haru sejak SMA. Dia diajak Haru untuk ikut offline Gathering karena Haru cewek sendiri diantara teman-teman twitternya yg akan bertemu. Peach tipe yang tidak berpikir panjang dan terkadang agak kasar tentang lelaki,

Rinta (Tamayama Tetsuji)
Nama aslinya Ichihara Kaoru. Seorang editor majalah di perusahaan kecil. Ia pun tidak berbohong mengenai profesinya, namun ada kenyataan yg sengaja ditutupi. Karena wajahnya yang tampan dia ditunjuk jadi editor oleh kepala editor yg suka melakukan pelecehan seksual padanya. Karena ancaman dari kepala editornya serta ejekan dari para partner kerja ia menjadi sangat tertekan.

Apa jadinya pertemanan yang dilandasi dengan kebohongan, sanggupkah hubungan itu langgeng? Walau satu per satu kenyataan yg tak seindah bayangan mulai terkuak. Apakah mereka bisa jujur terhadap diri sendiri dan teman-temannya? Karena pada dasarnya mereka mulai beralih pada twitter karena kehidupan nyata mereka sama-sama menyebalkannya. Mereka tak pernah benar-benar punya teman sejati. Jauh di lubuk hati mereka ikut pertemuan offline adalah untuk mendapatkan teman yang bisa diajak bersenang2 bersama. Bagaimana perjalanan mereka menemukan kejujuran yang terpendam nanti? Yah, nontonlah sendiri. Bahkan sepingin-pinginnya saya ngasih spoiler juga nggak bakalan bisa karena doramanya sendiri belum tamat sih. Hehe.. *ditendang*

Kesan pertama saya begitu 3 menit pertama dorama ini di putar adalah kereeeen. Pengambilan gambarnya, OSTnya, scenenya. Wow, bahkan editing gambarnya bagus banget. Nggak ngebosenin. Trus OSTnya klop and easy listening. The ting-ting dan backsoundnya instrumen klasik yg saya yakin nyomot dari OST film The Holiday (yg main Jude Law, Jack Black, Kate Winslet). Scenenya indah sekali. Nggak ada satu pun yang nggak eye-catching. It’s just so Hollywood. Well, almost. Tapi begitu memasuki cerita, sudah jalan biasa khas Jepang. Alurnya juga melambat dan saya jadi bosan. Sementara yang lain betah karena Eita. Saya bertahan hanya karena ada Ueno Juri disini. Walau saya juga tahu Eita main di Nodame Cantabilledan begitu di puji karena kehebatan aktingnya, toh saya masih nggak ngeh siapa itu Eita. He’s just not my type and his appearance not that into me.

Tapi begitu memasuki episode kedua dan ketiga saya sudah di bawa penasaran lagi. Dan sampai pada satu kesimpulan. Dorama ini punya plot yang beda. Plot ini.. sungguh kotor. Well, bukan kotor sembarang kotor. Hanya saja, saya sudah sering melihat dorama humanis Jepang yg selalu berisi pesan moral macam 14 Sai no Haha, Life, Smile, dsb. Atau semi komedi macam cerita sekolahan kayak Gokusen, Dragon Zakura, My Boss My Hero, dsb. Yg kedokteran macam Code Blue, Iryu, Godhand Teru, dsb. Atau detektif-thriller-crime macam Unfair, Bloody Monday, Liar Game, Hidarime Tantei, dsb.

Bukan, bukan seperti diatas. Dorama ini punya sesuatu yang berbeda. Bukan dorama berat kok. Ceritanya lebih konsen ke gaya hidup yg kotor, sangat realistis. Hampir mirip kesan yg muncul saat nonton Love-Shuffle, tapi karena dialog disini nggak selucu Love-Shuffle, jadinya saya ngerasa tertarik ngikutin lebih lanjut, penasaran abis. Sunao ni Narenakute ini lebih serius, komedinya nggak dibuat-buat. Mengalir gitu ajah, sangat nyata, dekat dengan keseharian, smooth. But still, plays dirty. Seperti gaya hidup affairnya, juga kisah cinta monyetnya Haru yg bertepuk sebelah tangan, rasisme yg tetap ada dimana-mana, serta penyimpangan seksual yg banyak kita temui di sekitar masyarakat dewasa ini. Yang lebih sering kita pandang sebelah mata saja dan kita cemooh. Padahal fenomena ini nyata keberadaannya namun kita tidak mau secara gamblang mengakuinya. Karena kita masih sering tak mau jujur pada diri sendiri. Ternyata eh ternyata, screenwriternya itu Kitagawa Eriko yg dapet julukan “The Goddess of Love Stories.” Ah, pantesan…

Dari segi akting, tak usah ditanya. Ueno Juri dan Eita gitu loh. Selain nama mereka yg populer dan image mereka yg sudah dicintai jutaan penggemar, saya tak perlu berkomentar lebih banyak. Bahkan karakter Dokter yang dimainkan Hero JaeJoong sendiri membuat jatuh cinta. Sempat kaget kenapa ada idol korea nongon di dorama Jepang. Nggak nyangka Hero fluent in Japanese. Secara saya bukan penggemar DBSK jadi saya cuma sekedar tahu tanpa mengenal lebih jauh. But, he indeed not just pretty face. He got the talent. Haha. Bonus berarti ya, karena motivasi saya nonton ini kan cuma gara-gara ada Ueno Juri. Jadi intinya, asal ada Ueno Juri, entah ceritanya tentang apa, siapa lawan aktingnya tak jadi masalah buat saya. Jadi tanpa informasi lebih banyak langsung nonton aja.

Saya masih belum nonton endingnya karena ceritanya sendiri belum tamat. Namun saya berani memberi nilai 4.5 dari 5 bintang dari segi cerita dan visual yg indah. Untuk alur, memang lambat dan agak membosankan di awal episode, tapi akan segera membaik begitu masuk episode 5. Selebihnya saya masih belum bisa berkata banyak. Namun semoga kita bisa memetik pelajaran dan melihat dunia pandangan yang lebih terbuka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s