Cogitans

Pedoman Hidup Kita

Bismillah..

Ditulisan saya yang lalu, saya telah menulis bahwa pedoman hidup manusia adalah Al-Qur’an. Tetapi kenapa kok bahasa Al Qur’an itu tidak ditulis seperti manual HP, atau manual AC, atau buku manual TV ya? Bahasanya itu agak susah dimengerti gitu.

Jelas lah susah di mengerti, karena yang menulis Al-Qur’an BUKAN MANUSIA.

Seperti yang tertulis di surat Al-Baqarah ayat 2:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”

Lalu ayat ke 3:
“(Orang yang bertaqwa yaitu) mereka yang beriman pada yang GAIB, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka.”

Coba kita lihat contoh,

Fakta zaman sekarang: untuk mencari rezeki, orang-orang pergi sebelum subuh, pulang setelah gelap, tapi nggak ngumpul-ngumpul duitnya.

Coba bandingkan dengan orang zaman dahulu: pergi selepas subuh, pulang sebelum dzuhur. Tapi bisa makan, bisa beli tanah, bisa punya rumah, bahkan bisa naik haji.

Artinya apa? Rezeki itu juga hal yang GAIB.

Dan hidup adalah perjalanan menunggu dari ibadah ke ibadah lain dalam rangka pertaubatan kembali menuju surgaNya.

Maka rezeki adalah ALAT BANTU menuju surgaNya

Sejatinya kita hidup ini mengulang apa yang sudah dikerjakan nabi Adam as. Yakni dari rumah sesungguhnya (Surga) turun ke bumi untuk bertaubat, meminta ampunannya, agar bisa kembali pulang ke SurgaNya.

Seperti yang tertuang dalam surat Nuh dan surat Yunus. Hakikat manusia adalah meminta ampun kepadaNya.

Artinya: tugas utama manusia adalah meminta ampunan dan menjadi khalifah di bumi.

Kalau sudah on the track (sudah meminta ampun dengan tujuan Surga) maka rezeki akan datang sendiri sebagai alat bantu utk kembali pulang ke Surga.

Sayangnya, kita ini sering terbalik. Rezeki malah dijadikan tujuan utama, surga (tujuan sesungguhnya) malah dikesampingkan. Akibatnya konslet, rezeki macet.

Bagi kita yang sepakat menjadikan surga sebagai tujuan akhir maka artinya kita disuruh BERTAQWA kepada Allah. Bukan lembur, bukan bisnis, bukan kerja keras, tetapi sekali lagi kita disuruh untuk BERTAQWA.

Apa sih arti bertaqwa? Coba cari tulisan saya sebelumnya ya (scroll bawah aja), atau buka saja surat Al Baqarah ayat 2-3.

Dengan bertaqwa maka Allah akan bukakan jalan dari arah yang tidak disangka-sangka. Apalagi bila dibarengi dengan tahajud, dikunci dengan sedekah, dan dikawal dengan istighfar.

Kesalahan kita selama ini adalah mengutamakan kitab bisnis yang notabene adalah buatan manusia. Dan menduakan kitab Al-Qur’an padahal yang menulis Al-Qur’an adalah pemilik rezeki itu sendiri.

Jadi konkritnya, tugas utama kita adalah IBADAH sebagaimana dituliskan di surat 51 ayat 56. Dan tugas kedua adalah menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi ini yang wajib membesarkan agama Allah. Caranya yakni:
1) harus punya ilmunya (knowledge)
2) kuasai teknisnya ibadah, yakni: solat, memahami dan membaca alquran, dan bersedekah
3) menjadi tauladan bagi orang-orang disekitar kita

Semoga bermanfaat

Advertisements
Uncategorized

Wakaf Buku Ramadhan 2018

Kalau dipikir-pikir 50 ribu sehari bisa habis begitu saja untuk 2x makan.

Tapi kalau diniatkan untuk Wakaf buku, MasyaAllah amal jariyahnya ga putus-putus. Ketika dibaca dan diamalkan anak yang membacanya, kita pun ikut dapat pahalanya tanpa mengurangi pahala anak itu.

Ketika anak itu kelak tumbuh dewasa dan mengajarkannya pada orang lain dan ataupun anak cucu mereka, MasyaAllah, pahala dari ilmu yang mereka amalkan kelak tetap akan mengalir ke kita meski kita telah meninggalkan dunia ini. Itulah dahsyatnya niat wakaf harta.

Bagi yang ingin mewakafkan hartanya di jalan Allah SWT, Gian Mandiri punya program wakaf Buku My First Al Qur’an Words minimal mulai Rp50.000/orang (mau wakaf kelipatannya juga boleh).

Harga buku ini Rp275.000, Anda cukup mewakafkan sebagian harta minimal sebesar 50 ribu/orang saja. Alangkah lebih baik lagi jika mengajak teman-teman Anda untuk sama-sama mewakafkan sebagian hartanya agar lekas terkumpul sejumlah harga buku tersebut.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).

Ajaklah 4 orang teman Anda dan ambil paket Wakaf Grup 5 orang @ 50.000 (Rp250.000). Bayangkan Anda yang mengajak teman Anda akan kebagian pahala wakaf 4 kali Rp50.000 sejumlah yang teman kalian sumbangkan.

Harga buku ini 275.000, untuk sisa 25 ribunya InshaAllah saya yang menggenapi. Atau Anda dan teman-teman 1 grup mau menggenapi, inshaaAllah lebih baik dan berkah 🙂

Bila sudah punya tempat tujuan untuk berwakaf, kami akan bantu kirimkan ke alamat yang Anda inginkan. Jika belum ada, Gian Mandiri yang akan menyalurkan pada yang berhak.

Tahap pertama “Program Wakaf Buku” tahun ini kami akan salurkan ke alamat berikut ini

1. TPA Masjid Al Huda
Kampung Babakan Mantri – Arjasari Kabupaten Bandung

2. TPA Masjid Al-Hikmah
Kampung Babakan Sukasari RT/RW 02/08 Desa Pinggirsari Kec. Arjasari Kabupaten Bandung

3. TPA Mesjid Al Jihad
Kp. Cisaid Desa Patrolsari Kec. Arjasari KabupatenBandung

4. TPA Masjid Nurul Falah
Kp. Cisaid Desa Patrolsari Kec. Arjasari Kabupaten Bandung

5. TPA Masjid Ar-Ridho
Jl.Suttan Haji Gg.Masjid Sepang Jaya Labuhan Ratu Bandar Lampung

6. PSAA SAKINAH
Jl.Manglayang Baru III No 286 06 / 03 Palasari Kecamatan Cibiru Bandung

7. Yayasan Al Mumtaza
Jl.Cibatu Mulia 2 No 38 RT 003 / RW 06 Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang Kab Bandung

8. TPA Al Islah
Komplek Vijaya Kusuma A3 F No 1 Palasari Kecamatan Cibiru Bandung

9. TPA Al Hidayah
Jl.Bunisari RT 5 RW 5 Dago Pojok Bandung 40135

10. TPA Karang Taruna Cibuluh
Jl.Pulosari Pengalengan – Bandung

11. Sekolah Terbuka Baranangsiang
Kampung Peundeuy Sinangsi Singajaya Garut

12. TPA dan RA Salman Al Farisi Prabumulih Palembang

Dengan donasi wakaf yang Anda lakukan, semoga Allah akan melipatgandakan pahalanya dan menjadikannya tabungan kelak di akhirat. Aamiin ya Rabbal’aalamiin

Hub. Oky 0813-3677-0858

#wakaframadhan #wakafbuku #programwakaf #wakaframadhan2018

Uncategorized

Garpu Talain aja

Bismillah..

Kenapa ya hidup kok gini-gini aja? Kenapa ya sekolah tinggi-tinggi, kok hidupnya gitu-gitu doang. Kenapa ya, udah kerja keras banting tulang tapi kok hutang tetep nggak lunas-lunas, banyak masalah, dan hati nggak tenang. Ibaratnya, rasanya tiap hari kemrungsung. Sehari 24 jam nggak cukup.

Kenapa?

Nah, ini jawabannya agak muter-muter dulu. Pertanyaan dijawab dengan pertanyaan lain.

Kita kalau habis beli TV baru, mau pasang dan tune in-nya, bisa nggak?

Jawab: Bisa. Kan ada manual booknya. Tinggal baca aja.

Itu dia. Hidup kita ini juga ada manual booknya. Dari Allah malah. Apa itu? Yup, Al-Qur’an.

Di dalam Al Qur’an sudah lengkap banhet pedoman hidupnya. Mulai dari hal kecil-kecil seperti makan minum, tidur, belajar, berdagang, dll sampai yang besar-besar: Menikah, Riba, cara untuk bahagia, cara untuk masuk surga, cara mendidik anak, cara mengatur negara, cara bersosialisasi. Bahkan ilmu pengetahuan pun ada: rahasia alam semesta, kisah bigbang, bulan bintang planet, laut asin bertemu air tawar, dll. Gila ya, lengkap banget, ada semua disitu.

Tanya: Terus apa hubungannya dengan hidup kita yang penuh masalah tadi?

Jawab: Ada. Kita hidup tapi nggak ikutin manual booknya. Kita menjalani hidup nggak sesuai dengan pedoman hidup (Al-Qur’an).

Tanya: Padahal saya baca Al-Qur’an + terjemahannya tiap hari lho. Tapi kok hidup yang gitu-gitu aja (penuh masalah, jodoh ga kunjung datang, susah hamil, dst)

Jawab: Berarti nggak bener bacanya. Dibaca tapi tidak dimengerti. Dimengerti tapi tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

****

Astaghfirullah, cerita diatas itu saya banget. Benar-benar jadi tepukan keras untuk saya. Selama ini saya baca Al-Qur’an dan terjemahannya tapi nggak sepenuhnya paham. Kalaupun paham, tapi nggak dipraktekin. Ghibah tiap hari, su’udzon tiap saat, Suka marah, Mulut ditekuk nggak mau senyum sapa, dst. Astaghfirullah, ampuni saya Ya Allah.

Selama ini ternyata kita terlalu sering menuntut HAK tapi lupa melaksanakan KEWAJIBAN. Setiap hari menuntut minta rezeki, jodoh, keturunan, harta, kesehatan, kelar dari masalah-masalah. Tapi giliran ditagih kewajiban oleh Allah, eh ketika adzan datang masih suka nunda-nunda shalat, ditodong pengemis masih pelit sedekah, lupa keluarin zakat, malas tilawah Al-Qur’an karena alasan sibuk. Ya ampun, saya sampai malu karena itu semua yang saya lakukan dulu (dan sampai sekarang).

Padahal umat muslim itu hanya disuruh untuk menjauh laranganNya dan mentaati perintahNya. Kalau masih ga mudeng sama Al-Qur’an, tinggal contoh saja Rasulullah sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.”

Which is banyak banget umat Muhammad yang salah kaprah meneledani Idol Korea kayak saya. Hadeh geblek ya.. pantesan hidup kok gini-gini aja, salah ngefans soalnya. Coba kalau dari dulu ngefansnya sama Rasulullah, mungkin sekarang sudah naik derajat saya di mata Allah.

Kalau sudah menjadikan Rasulullah sebagai standar hidup kita dan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita. Semoga kelak hidup kita semua terasa layaknya surga dunia dan benar-benar masuk surga di akhirat. Karena hidup ini cuma sementara. Hanya sekejap mata. Ingat mati kawan, ingatlah hidup setelah kematian (silakan googling hidup setelah kematian itu kayak apa, niscaya kalian akan ketakutan setengah mati kayak saya sekarang).

#hijrahrezeki

Taukah kawan, jika galau soal hidup Allah lah tempat kita mengadu? Dengan sholat lah kita bisa berbicara kepada Allah. Bahkan saat sedang nggak solat pun, kita bisa terus mengobrol sama Allah. Dzikir, curhat, dll mah bisa kapan aja. Sambil nyuapin anak, sambil belajar, sambil jualan. Kapan saja kita bisa kok ngobrol sama Allah.

Tapi bagaimana cara kita dapat mendengar balasan jawaban dari Allah?

Dari AL QURAN, kawan-kawan.

Percayalah, ini sudah sering saya coba sejak zaman kuliah. Al Qur’an lah sebenar-benarnya pedoman hidup. Ada masalah apapun, tanya sama Allah, dan baca jawabannya di Al-Qur’an.

Caranya mudah:
1. Ambil wudhlu
2. Pegang Al Quran terjemahan
3. Lalu fokus sepenuh hati tanyakan apapun kepada Allah. Jangan lupa minta kepada Allah agar diberi pemahaman
4. Buka Al Quran secara acak
5. Ayat pertama yang kamu lihat itulah jawabannya.

Cara ini saya dapatkan dari Ustadz Nasrullah, namanya teknik GARPU TALA.

Sudah pernah dibahas dibukunya yang berjudul Rahasia Magnet Rezeki. Ini bukunya best seller terus di Gramedia. Nah nggak lama lagi beliau menerbitkan buku terbaru yang khusus membahas Garpu Tala, bagaimana teknik yang benar dan bagaimana memahami jawabannya.

Judulnya DIARY GARPU TALA oleh Ust Nasrullah

Buku ini tidak dijual bebas di toko buku. Dijual terbatas hanya melalui penjualan online. Bagi yang tertarik, silakan pesan melalui WA 0813-3677-0858

#diarygarputala #garputala #ustadnasrullah #magnetrezeki #rahasiamagnetrezeki