Uncategorized

Wabah Difteri vs Vaksin: Karena Kesehatan Adalah Hak Mereka

Very well written. Dulu pendapat saya terhadap orang yang anti vaksin sangat ignorant. “Ya itu urusan lo, deh. Mau vaksin atau enggak silakan. Kalau sampai kena virusnya, duh kasian deh lo.”

Tapi kemudian saya hamil dan punya anak. Edgar ini the most precious person in the world buat saya. Kalau bisa, saya mau kasih dia vaksin lengkap supaya nggak kena penyakit. Apalagi setelah saya paham mengenai Herd Immunity. How could everyone still be so selfish after understanding that? 

Waktu saya hamil, saya super parnoan. Saya baca apa saja kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada janin. Termasuk virus. Saya bahkan cek Tokso dan segala macam sebelum menikah, just in case. Dan setelah membaca blog Mama Ubi, saya menyesal dulu kenapa nggak ambil vaksin Rubella sekalian. Tapi saya bersyukur kehamilan saya sehat. Dan amat sangat bersyukur ketika Edgar lahir, kebetulan MR menjadi vaksin wajib dan gratis. Saya senang nggak perlu keluar kocek untuk bayar MMR. Sejak usia dua bulan, saya kasih edgar vaksin tambahan untuk PCV dan Rotavirus pakai uang pribadi. Setelah ini saya berencana mau kasih Edgar vaksin Japanese Enchepalistis. Yup, sebesar itu ketakutan saya.

Saya juga sudah pernah baca sharing ibu-ibu di Facebook yang kebetulan tinggal di Arab sono. Bahwa vaksin, yang kata para anti-vaks mengandung zat babi dan tidak halal itu, di Arab sono justru menjadi wajib ‘ain harus dilakukan hukumnya. Just like what Mba Dewi Nur Aisyah said di blog postnya (makanya, dibaca yaah). Jadi, masih mau egois dan membahayakan banyak masyarakat yang tidak bersalah? Coba dibaca lagi literatur sciencetificnya supaya tidak mudah terprovokasi.

Dewi Nur Aisyah

“Being a parent is not about what you think best for yourself. It’s about doing what is best for your child”

Saat ini di tanah air sedang ramai berita tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di banyak provinsi di Indonesia. Sedikit coretan ini akan membahas mengenai difteri, tentunya dari kaca mata epidemiologi. Difteri pernah menjadi penyebab utama penyakit dan kematian tertinggi pada anak-anak. Pada tahun 1921, terdapat 206.000 kasus difteri di Amerika Serikat dan mengakibatkan 15.520 kematian. Difteria juga merupakan penyebab utama kematian ketiga pada anak-anak di Inggris dan Wales pada tahun 1930-an. Sejak diperkenalkannya imunisasi yang efektif pada tahun 1920, angka kejadian difteri telah menurun secara drastis di Amerika Serikat dan negara-negara lain yang mencanangkan program imunisasi secara luas di wilayahnya.

Difteri blog 2 Chart kasus difteri di Amerika Serikat dan poster pencegahan difteri pada tahun 1900

Kapankah pertama kali ditemukan kasus difteri?

Difteri pertama kali digambarkan oleh

View original post 1,499 more words

Advertisements
Healthy Lifestyle

BBG: Bikini Body Guide by Kayla Itsines – Demi tubuh idaman

Kalau orang-orang pengen kurus, saya justru pengen gemuk. Punya badan kurus kerempeng itu nggak enak loh. Nggak enak rasanya di badan dan nggak enak dilihat juga. Mau pakai baju apapun keliatan jelek karena kayak pake karung. Kalau mau beli baju, susah cuy. Soalnya ukuran SMALL aja masih kegedean. Masalahnya, badan saya nggak cuma kerempeng, tapi juga pendek alias stunted.

Now, here I am. It’s been 14 months post partum. Believe it or not, sejak 6 months post partum, BB saya uda balik ke BB sebelum hamil, yakni di 39 kilo. What the hell, eyke kerempeng lagi cynn. Sampai sekarang nggak naik-naik nih timbangan. People who knows me in real life semua tahu porsi makan saya kayak kuli. Sejak melahirkan, porsi makan saya masih kayak kuli PLUS suka nambah sampai 3x pula. Jadi istilah tepatnya, sekarang saya makan kayak babon. Tapi kok BB tetap segitu-segitu aja. Ya wes lah, kerempeng nggak apa-apa yang penting nggak gembos kiwir-kiwir.

Makanya saya pengen punya badan yang toned. Nggak perlu bohay layaknya guitar body. Yang penting nggak kerempeng-kerempeng amat dah. My body goals  saya sekarang yaitu pengan keliatan lean and toned. Alias keliatan padat, nggak cuma kulit dan tulang doang kayak sekarang. 

Then I stumbled on this BBG program by Kayla Itsines. Awalnya justru saya lebih dulu dengar program yang namanya Fit Girls Guide yang cuma 28 hari saja. Tapi karena itu workout yang harus dilakukan selama tiap hari non stop dan saya tahu kapasitas diri ini nggak sampai segitu, akhirnya saya coret program itu dari daftar. Saya keep searching on sampai saya menemukan BBG program. But, then, saya nikah lalu hamil lalu terlupakan lah semua program ini wkwkwk.

Hamil adalah satu-satunya masa dimana saya mendapatkan tubuh ideal impian saya. My booty looked nice, lengan dan paha keliatan berisi. My boobs? Hahaha sama ajah nggak ada perubahan ukuran. Secara keseluruhan, body saya keliatan PAS. Walau banyak yang komentar I looked like busung lapar, atau kayak cacing kremi (I don’t even know what is cacing kremi look like). Soalnya, perut eyke doang yang gede, sisanya cungkring, hahaha, naseb.

Duh jadi kemana-mana deh ceritanya. Anyway, back to topic. BBG ini adalah program workout selama 12 week. Saya merasa this program is for me karena gerakannya bisa dilakukan di rumah, hanya butuh waktu 28 menit saja, nggak perlu banyak peralatan fitness, dan hanya dilakukan 3x seminggu. Ini mah cocok banget buat emak-emak pemalas kayak saya.

Tapiiiii setelah baca review sana sini dan nonton honest review di youtube, buset dah kayaknya ini workoutnya berat juga ya. Full cardio, bok. Buat yang nggak pernah workout sama sekali kayak saya ini, kudu Pre-training selama 4 weeks dulu biar badan nggak kaget. Jadi totalnya saya harus workout selama 16 weeks. Well, so be it.

Setelah saya tanya kesana kemari, kata tante saya, kalau mau workout pasca 1 tahun c-section pada dasarnya sudah boleh melakukan semua gerakannya. Tapi harus main feeling. Kalau dirasa badan nggak kuat atau nggak mampu, ya nggak usah dilakukan. Kalau kuat, teruskan. As simple as that, saya bismillah Nawaitu mau nyoba BBG program ini SEMAMPUNYA. Yang penting tujuan akhir, which is lean and toned body goals, tercapai. And hopefully, bisa jadi healthy lifestyle sampai akhir hayat saya. 

Picture taken from intagram: @puspadewihc

My life goals is having young looking and healthy body for the rest of my life. Just like Mama Hadi at the picture above. Saya sampai kaget kalau jeng geulis di foto itu adalah seorang Ibu berusia 50 tahun yang sedang dicium putranya sendiri. Cuy, itu kayak lagi foto sama pacarnya. Ya ampun, how could she looks so young and pretty at 50??? Unbelievable! I also want to be just like her at 50!

Uncategorized

Mulai dari mana ya?

I used to say that I would write all about my motherhood journey. About My Baby Milestone, etc etc. Tapi kenyataannya? Aduh, magerrrr hahahahahaha.

Kalau pas ada waktu luang, mending buat leha-leha deh. Anak tidur bawaannya pengen ikutan tidur. Atau main hape. Nonton drama korea di HP lalu nggak lama ketiduran. Begitu terusss. Sangat tidak produktif dan tidak bermanfaat. 

Now, I miss blogging so much. But I don’t know what should I talk about here. There is so much I want to share but it’s kinda overwhelming. I don’t know where to start. 

Kasih ide dong, please.. enaknya bahas apa ya?