Cogitans

Bahasa Bloopers

Saya dapat link ini dari seorang teman di twitter. Dan setelah di baca anjiiir~ lucu banget =)) Jadi nggak cuma kita yang kesulitan pronounce english, tapi orang asing pun susah membedakan kata yang pengucapannya mirip =))

I got rambut and rumput mixed up. You can imagine the bemused looks (amongst the laughter) I got at the hairdressers.
I also used to get merah and marah mixed up. I just couldn’t hear the difference.
Another was jelek and jehat.
Travellingchez

“Tolong rumput saya di potong bob ya.”

 

“I get mixed up between Kentang and Kencing.
When I want french fries I ask for kenching goreng.”
Danny Dangler

Muahaha, kencing goreng is hilarious!

 

These are good. The two embarrasing ones I have said are “jembut” when I wanted to saw “jemput” Actually I said to the taxi driver “Saya mau jembut teman” Then the other is boker and bokek . Oh yeah one more. Now I haven’t made this mistake but I have heard many expats that have trouble with the Indonesian “r” make this mistake: Any reference to “Serpong” becomes…well anyone knowledgeable of dirty Indonesian words can figure the mistake that is made.
Bang Arif

They’ve also learnt some Indonesian dirty words!

 

I used to get pretty confused between angin & anging. So you can imagine the reaction when I used masuk anging instead of masuk angin once. Only after that mistake I realised & remembered the difference 😛
divineelite

Oh, itu bacanya anjing toh~

 

That’s hilarious lol. I got another one ,though not really a blooper strictly. Once when we were riding a bike at night, my wife screamed “Polisi Tidur!!”. I was like “Ono opo? Dimana polisi?”. For a moment I was worried that we r in trouble or something since she mentioned Polisi. But after a hard bump & some frantic explanations from her side I realised that speedbreakers are called polisi tidur here 😛
divineelite

Bisa bahasa jawa juga nih bule =)). Btw, menurut Cliodna di British English, speed bump juga disebut “sleeping policeman”

 

Before I moved here to Jakarta, my wife (who is Indonesian) would ask her friends in Indonesia if they wanted her to bring anything from America. I thought I heard her correctly when I asked my Indonesian friend living in Chicago “Kamu mau titit?”
quantumFog

LoL.. Titip jadi titit =))

 

It’s still going on, if you want to read it yourself.. here and here for more amusing experience.

Advertisements
Film/Drama

Sunao ni Narenakute

* Title: 素直になれなくて
* Title (romaji): Sunao ni Narenakute
* Format: Renzoku
* Genre: Drama
* Episodes: about 11
* Broadcast network: Fuji TV
* Broadcast period: 2010-Apr start
* Air time: Thursday 22:00
* Cast:

Drama ini sendiri masih airing. Lusa, tanggal 20 Mei 2010 baru muncul episode ke 6 dari 11 episode. Tapi saya keburu jatuh cinta dan tak sabar ingin memberikan review 4 episode yg sudah saya tonton.

Twitter bagaikan gaya hidup yang sudah sangat merakyat saat ini. Semua kenal twitter dan di Indonesia hampir 2000 orang lebih (CMIIW) telah menggunakannya. Bahkan Indonesia menempati peringkat keenam atau peringkat pertama asia dengan 2,34 persen dari seluruh dunia. But, we don’t talk about ourself. We’re disscusing about Sunao ni Narenakute now. Gomen.

Yah, begitulah. Twitter sudah jadi tren baru sekarang. Karena mudah penggunaannya. Mulai banyak orang meninggalkan blog untuk nge-tweet. Hanya dengan 140 karakter saja, kita sudah bisa curhat dan saling melempar komen dengan teman. Karena basisnya adalah internet, tentu saja lingkungan pertemanan semakin luas dan besar. Begitu juga yang terjadi pada drama ini. Twitter adalah penghubung lima orang yang jadi tokoh drama Sunao ni Narenakute.

Sebagai tweple (sebutan untuk pengguna twitter), image mereka sebagai tweple tampak lebih indah dari kenyataan yang ada. Lalu muncul keinginan untuk saling bertemu dan mengakrabkan diri di dunia nyata. Karena sejak awal mereka masing-masing tidak jujur dengan diri sendiri, begitu bertemu di kafe pun mereka masih berbohong mengenai profesi dan siapa diri mereka.

Sekarang, mari saya kenalkan 5 tokoh sentral yang akan mendominasi dorama ini.

Nakaji (Eita)
Nama aslinya Nakajima Keisuke. Username twitternya adalah Nakaji, diambil dari nama marganya sendiri, Nakajima. Ia sangat mengagumi ayahnya yg seorang fotografer perang. Maka dari itu ia pun ikut menggeluti dunia fotografi. Ia mengaku bekerja sebagai fotografer majalah fashion terkenal seperti Vogue. Namun nyatanya sebagai pemula ia bekerja menjadi asisten fotografer Gravure Idol (model porno namun tidak murni nude) sambil memotret hal-hal yg disukainya.

Haru (Juri Ueno)
Nama aslinya Mizuno Tsukiko. Karena lahir di musim semi maka ia mengambil nama Haru sebagai usernamenya. Bekerja sebagai guru bantu di sebuah SMA. Untuk yg satu ini ia tidak berbohong mengenai profesinya. Ia hanya tidak bilang bahwa ia cuma guru pengganti pada teman twitternya. Haru tidak percaya diri dan selalu menyimpan semua dalam hati. Ia juga tak pernah sekalipun punya pacar selama 24 tahun hidupnya. Ayahnya pergi sejak ibunya menopause. Dan adiknya sedang dalam rehabilitasi narkoba.

Doctor (Jejung)
Nama aslinya Park Seonsu. Datang ke Jepang dari Korea Selatan lima tahun lalu bersama adiknya. Dia mengaku sebagai seorang dokter bernama Kang Insong padahal ia hanya seorang sales peralatan kedokteran. Perusahaannya dalam masalah karena bisnis sedang buruk dan ia low-ranking salesman dalam penjualan sehingga hampir di pecat jika tak bisa menjual satu pun dagangannya.

Peach (Megumi Seki)
Nama aslinya Nishimura Hikari. Mengaku sebagai pramugari padahal hanya penjaga toko. Teman baik Haru sejak SMA. Dia diajak Haru untuk ikut offline Gathering karena Haru cewek sendiri diantara teman-teman twitternya yg akan bertemu. Peach tipe yang tidak berpikir panjang dan terkadang agak kasar tentang lelaki,

Rinta (Tamayama Tetsuji)
Nama aslinya Ichihara Kaoru. Seorang editor majalah di perusahaan kecil. Ia pun tidak berbohong mengenai profesinya, namun ada kenyataan yg sengaja ditutupi. Karena wajahnya yang tampan dia ditunjuk jadi editor oleh kepala editor yg suka melakukan pelecehan seksual padanya. Karena ancaman dari kepala editornya serta ejekan dari para partner kerja ia menjadi sangat tertekan.

Apa jadinya pertemanan yang dilandasi dengan kebohongan, sanggupkah hubungan itu langgeng? Walau satu per satu kenyataan yg tak seindah bayangan mulai terkuak. Apakah mereka bisa jujur terhadap diri sendiri dan teman-temannya? Karena pada dasarnya mereka mulai beralih pada twitter karena kehidupan nyata mereka sama-sama menyebalkannya. Mereka tak pernah benar-benar punya teman sejati. Jauh di lubuk hati mereka ikut pertemuan offline adalah untuk mendapatkan teman yang bisa diajak bersenang2 bersama. Bagaimana perjalanan mereka menemukan kejujuran yang terpendam nanti? Yah, nontonlah sendiri. Bahkan sepingin-pinginnya saya ngasih spoiler juga nggak bakalan bisa karena doramanya sendiri belum tamat sih. Hehe.. *ditendang*

Kesan pertama saya begitu 3 menit pertama dorama ini di putar adalah kereeeen. Pengambilan gambarnya, OSTnya, scenenya. Wow, bahkan editing gambarnya bagus banget. Nggak ngebosenin. Trus OSTnya klop and easy listening. The ting-ting dan backsoundnya instrumen klasik yg saya yakin nyomot dari OST film The Holiday (yg main Jude Law, Jack Black, Kate Winslet). Scenenya indah sekali. Nggak ada satu pun yang nggak eye-catching. It’s just so Hollywood. Well, almost. Tapi begitu memasuki cerita, sudah jalan biasa khas Jepang. Alurnya juga melambat dan saya jadi bosan. Sementara yang lain betah karena Eita. Saya bertahan hanya karena ada Ueno Juri disini. Walau saya juga tahu Eita main di Nodame Cantabilledan begitu di puji karena kehebatan aktingnya, toh saya masih nggak ngeh siapa itu Eita. He’s just not my type and his appearance not that into me.

Tapi begitu memasuki episode kedua dan ketiga saya sudah di bawa penasaran lagi. Dan sampai pada satu kesimpulan. Dorama ini punya plot yang beda. Plot ini.. sungguh kotor. Well, bukan kotor sembarang kotor. Hanya saja, saya sudah sering melihat dorama humanis Jepang yg selalu berisi pesan moral macam 14 Sai no Haha, Life, Smile, dsb. Atau semi komedi macam cerita sekolahan kayak Gokusen, Dragon Zakura, My Boss My Hero, dsb. Yg kedokteran macam Code Blue, Iryu, Godhand Teru, dsb. Atau detektif-thriller-crime macam Unfair, Bloody Monday, Liar Game, Hidarime Tantei, dsb.

Bukan, bukan seperti diatas. Dorama ini punya sesuatu yang berbeda. Bukan dorama berat kok. Ceritanya lebih konsen ke gaya hidup yg kotor, sangat realistis. Hampir mirip kesan yg muncul saat nonton Love-Shuffle, tapi karena dialog disini nggak selucu Love-Shuffle, jadinya saya ngerasa tertarik ngikutin lebih lanjut, penasaran abis. Sunao ni Narenakute ini lebih serius, komedinya nggak dibuat-buat. Mengalir gitu ajah, sangat nyata, dekat dengan keseharian, smooth. But still, plays dirty. Seperti gaya hidup affairnya, juga kisah cinta monyetnya Haru yg bertepuk sebelah tangan, rasisme yg tetap ada dimana-mana, serta penyimpangan seksual yg banyak kita temui di sekitar masyarakat dewasa ini. Yang lebih sering kita pandang sebelah mata saja dan kita cemooh. Padahal fenomena ini nyata keberadaannya namun kita tidak mau secara gamblang mengakuinya. Karena kita masih sering tak mau jujur pada diri sendiri. Ternyata eh ternyata, screenwriternya itu Kitagawa Eriko yg dapet julukan “The Goddess of Love Stories.” Ah, pantesan…

Dari segi akting, tak usah ditanya. Ueno Juri dan Eita gitu loh. Selain nama mereka yg populer dan image mereka yg sudah dicintai jutaan penggemar, saya tak perlu berkomentar lebih banyak. Bahkan karakter Dokter yang dimainkan Hero JaeJoong sendiri membuat jatuh cinta. Sempat kaget kenapa ada idol korea nongon di dorama Jepang. Nggak nyangka Hero fluent in Japanese. Secara saya bukan penggemar DBSK jadi saya cuma sekedar tahu tanpa mengenal lebih jauh. But, he indeed not just pretty face. He got the talent. Haha. Bonus berarti ya, karena motivasi saya nonton ini kan cuma gara-gara ada Ueno Juri. Jadi intinya, asal ada Ueno Juri, entah ceritanya tentang apa, siapa lawan aktingnya tak jadi masalah buat saya. Jadi tanpa informasi lebih banyak langsung nonton aja.

Saya masih belum nonton endingnya karena ceritanya sendiri belum tamat. Namun saya berani memberi nilai 4.5 dari 5 bintang dari segi cerita dan visual yg indah. Untuk alur, memang lambat dan agak membosankan di awal episode, tapi akan segera membaik begitu masuk episode 5. Selebihnya saya masih belum bisa berkata banyak. Namun semoga kita bisa memetik pelajaran dan melihat dunia pandangan yang lebih terbuka.

Film/Drama

Hidarime Tantei EYE [SP]

Tanaka Ainosuke (Yamada Ryosuke) lahir dengan mata sebelah kiri yang lemah. Penglihatannya buram. Padahal dia sangat suka menggambar. Jadi sedikit kesulitan untuk beberapa sudut pandang. Namun kakaknya, Tanaka Yumehito (Yokoyama Yu) tiba-tiba saja menyumbangkan kornea kirinya untuk Ainosuke. Dan akhirnya Ainosuke bisa melihat lagi dengan jelas. Ketika pulang kerumah sehabis operasi, kakaknya mengirim amplop berisi uang sejumlah 2 juta yen dan sepucuk surat yang aneh. Kemudian, keesokan harinya Ainosuke menerima kabar bahwa kakaknya meninggal karena ledakan gas di laboratoriumnya.

Ainosuke tak percaya begitu saja dengan hasil laporan kepolisian yang menyatakan bahwa insiden itu murni kecelakaan. Karena sebagai adiknya, Ainosuke tahu benar kakaknya bukan tipe orang ceroboh yg bisa menyebabkan ledakan dalam pekerjaannya. Dan yang lebih aneh lagi, mata kirinya (hasil tranplantasi kornea kakaknya) mulai menunjukkan visi/gambar/penglihatan yg pernah di lihat kakaknya dulu. Dari sana ia mulai menyelidiki keanehan dibalik kematian Yumehito dibekali dengan petunjuk dari mata kirinya.

Ainosuke tidak sendirian. Ia dibantu oleh Dokter sekolah, Sayama Hitomi (Ishihara Satomi). Namun dokter yang satu ini bertujuan lain. Niatnya tidak murni menyingkap tabir kematian Yumehito, tapi demi mendapatkan uang milik Yumehito (karena dalam penglihatan Ainosuke, kakaknya punya uang segelan bank dalam jumlah cukup banyak).

Gerakan Ainosuke dan Hitomi bukannya tanpa halangan. Ada pembunuh bayaran yang menginginkan kematian mereka. Dan sadarlah mereka bahwa kematian Yumehito hanyalah bagian kecil dari rencana kejahatan besar. Hingga harus berhubungan dengan dektektif kepolisian Ohuchi Kenjo (Terawaki Yasufumi) yang memiliki integritas tinggi dan menjunjung kebenaran.


Hidarime Tantei EYE/Left Eye Detective memberikan suguhan jenis lain dari Detective Q yang pernah dimainkan Yamada Ryosuke sebelumnya. Saya lebih suka karakter Yamada Ryosuke sebagai Tanaka Ainosuke daripada sebagai Amakusa Ryu di Tantei Q. Perannya sama-sama seorang detektif/penyelidik yg berusaha menyingkap kasus, namun karakternya disini lebih tereksplore daripada hanya sekedar cowok keren jenius nan judes seperti Amakusa Ryu.

Diantara drama-drama lain yang pernah dia mainkan (Scrap Teacher, 1 Pound of Gospel, Detective Q) hanya dalam Hidarime Tantei EYE inilah akting Yamada Ryosuke sangat bagus dan patut diacungi jempol. Bukannya saya bilang aktingnya sebelumnya jelek, nggak, aktingnya sudah bagus. Tapi sungguh, di Left Eye Detective ini Yamada dituntut untuk menangis, marah dan sedih, sehingga ekspresinya beragam dan keahliannya berakting tidak boleh dipandang sebelah mata lagi.

Kemudian akting yang tak kalah bagusnya adalah Ishihara Satomi. Saya sudah melihat aktingnya dalam peran yg berbeda di (H2, Yoshitsune, Tsubasha no Oreta Tenshitachi 2, dan Puzzle) dan sama sekali tak mengecewakan. Karakternya yang sangat suka shopping membuatnya terlilit hutang dan motifnya membantu Ainosuke tak lain hanya untuk mendapatkan uang milik Yumeto.

Akting Tanaka Yumehito yang diperankan Yokoyama Yu juga tak kalah mengagumkan. Setiap kali muncul scene yang ada Yokoyama Yu saya selalu diterpa Deja Vu. Eh, ternyata dia emang pernah main di dorama Yukan Club sebagai Kikumasamune Seishiro (yang jadi anaknya pemilik rumah sakit yg pinter). Aneh sekali ngelihat Yokoyama Yu disini tampil keren, soalnya waktu di Yukan Club dandanannya enggak banget. Hahaha..

Meski baru SP (episode Spesial) yang dikeluarkan dulu, tapi saya sebagai penonton merasa drama Left Eye Detectivenya nanti (yg sudah ditayangkan sejak 9 Januari 2010 kemarin) bakalan heboh dan meraih rating tinggi. Dengan plot twist yang menegangkan, drama SP ini digunakan sebagai teaser. Bagi para pecinta film thriller dan detective setelah menontonnya dijamin akan tergoda untuk sebelum menyentuh drama berserinya.

Entah kenapa, walau hanya SP dari drama, saya mendapat kesan screenplay Hidarime Tantei Eye ini layak dikategorikan sebagai film. Karena script dan sinematografinya yang bagus sekali mungkin. Saya tidak seperti menonton SP-SP yg lain. Untuk itu, saya berani beri bintang 5 dari total 5 bintang.

Ketinggian kah nilai itu? Enggak dong. Coba tonton dan nilai sendiri, lalu bandingkan dengan nilai saya 😀

Ah, omong-omong, walau sudah tayang sejak tanggal 9 kemarin, masih belum ada tim subbing yang megang drama ini. Jadi untuk pecinta Yamada Ryosuke dan drama jenis crime/thriller/detective diharap bersabar karena kesempatan menonton kita masih jauh.

Untuk yang mau merasakan teasernya (a.k.a Hidarime Tantei Eye SP) bisa download versi RAWnya:

FILE: MOVIE
TYPE: .AVI
SIZE: 620 MB
DOWNLOADENG SUB

*jika ingin pakai Subtitle Indonesia, sudah saya translatekan sendiri, semoga hasilnya bagus. Selamat menikmati.
IND SUB

Cara Download IDWS

Subtitle Indonesia untuk Doramanya bisa di download langsung di Blog Indonesia Subtitle