Uncategorized

Tujuan Semu

Bismillahirrahmannirrahim..

Ketika ditimpa masalah, yang langsung timbul biasanya pertanyaan apakah ini adzab atau ujian? Lalu, gimana dong solusinya?

Allah nggak akan ngasih kita masalah diluar kemampuan. Artinya, kalau kita dapat masalah, Allah tahu kita pasti bisa melewatinya.

Lalu, gimana caranya? Tentukan tujuannya dulu. Biasanya orang yang ga punya tujuan, pasti jadi malas atau putus semangat di tengah jalan, atau bahkan yang lebih parah biasanya cari-cari alasan lalu ujung-ujungnya malah ga bergerak. Akibatnya, tujuan tidak tercapai. Badhala ini sih saya banget.

Mau kaya tapi malas.
Mau punya rumah, tapi nggak mau kerja
Mau punya mobil bagus, tapi nggak mau berusaha

Kalau tujuannya semu, biasanya ya begitu endingnya. Malas kerja, malas berusaha. Coba kalau tujuannya Allah, ingin surganya. Wah pasti kita berlomba-lomba deh.. apalagi kalau ingat mati. Kalau ingat di alam kubur bakal tersiksa, di padang mashyar bakal terseok-seok kehausan kepanasan berdarah-darah akibat dosa kita, ujung-ujungnya dimasukkan ke dalam neraka karena nggak ada yg bisa dihisab. Wah jujur itu bikin saya selalu menangis tiap ingat cerita Nabi Muhammad saw akan kehidupan setelah kematian (bentar, saya mau mewek dulu ya).

*sedot ingus

Nah lalu apa dong yang harus kita lakukan? Tetapkan tujuan kehidupan kita ini untuk ridho Allah. Karena kalau Allah ridho, ganjarannya surga. Ga hanya surga firdaus, tapi kita akan dapat surga juga di dunia. Mudah bagi Allah untuk kabulkan keinginan kita asal kita mau dekati Dia. Mau rumah? Allah bilang, “Kun!” Jadilah rumah. Pengen mobil? Allah tinggal bilang, “Kun!” Jadilah itu mobil terparkir di garasi kita. Semua mungkin kalau Allah ridho.

Supaya Allah ridho, kita harus istiqomah berhijrah menaati perintahnya, dan menjauhi larangannya. Buset dah ini susah banget. Apalagi buat saya yang susah untuk disiplin ini. Kadang seminggu rajin, seminggu mbleyor dah. Kenapa mbleyor? Ya karena motivasinya kurang, cuma tujuan semu. Tapi kalau udah inget mati, nah udah deh itu pasti saya jadi rajin lagi.

Tapi yakinlah, haqul yakinlah bahwa Allah menguji kita sesuai dengan kemampuannya. Kalo kita berhasil melewati ini semua, inshaAllah berarti Allah telah menaikkan derajat kita. MashaAllah..

Oky Septya
Madiun, 7 Maret 2018

Advertisements
Uncategorized

Mengingat mati

Ketika hidup terasa sempit, tidak tenang, banyak masalah, dan musibah. Cerita dari MARCO POPPIES ini yang selalu membuat saya teringat kembali akan Allah..

Dikutip dari buku berjudul MENCARI JALAN PULANG oleh SAPTUARI SUGIHARTO (hal. 184-185) – Catatan Indah Janji Tuhan, Tuhan itu Maha Kaya, Good Bye Riba oleh Marco Poppies

…Kunci pertama TOBAT bukan sembarang TOBAT, solat tengah malam minta ampunan sama ALLAH karena sudah berbuat dosa (…) terus gimana caranya?

Sholat tepat 5 waktu gak usah ditunda-tunda, walaupun yang Adzan suaranya FALS kayak blek ditabuh, karena itu panggilan sang pemilik hidup ya harus dilaksanakan, masak kebalik kalau dipanggil boss kita takut terus langsung berangkat kalau dipanggil Allah untuk menunaikan sholat aja kita ogah-ogahan, malu bro malu…

Tambahin juga solat sunnah dan jangan lupa selesai solat ngaji walaupun satu ayat yang penting ngaji.. Pasti! Liat setelah 40 hari Allah akan kasih jalan yang tidak terduga-duga, percaya deh kan udah ada didalam Al Qur’an. “Barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH, ALLAH akan berikan jalan keluar, dan memberinya rizki dari arah yang tidak ia duga-duga… (QS. Ath-Tholaq: 2-3)

Masih gak mau percaya bro/sis…

KALAU SAYA BISA, KENAPA KAMU GA BISA BRO/SIS?

“Orang yang paling beruntung di dunia bukanlah mereka yang banyak hartanya, banyak rumahnya, banyak mobilnya… tapi mereka yang dulu banyak dosa tetapi memilih hijrah ke jalan benar dan masih dikasih kesempatan oleh ALLAH untuk bertaubat sebelum ajal menjemput…”

***

Dari situ saya jadi sering mengingat-ingat mati. Padahal dulu ogah, mati kok diingat-ingat, unfaedah banget sih. Kalau memang sudah waktunya mati, ya mati ajalah. Begitulah pikir saya dulu kala. Sekarang, setiap mengingat mati, saya ndredeg (boso jowo: deg-degan). Saya takut mati dalam keadaan su’ul khatimah. Lebih takut lagi kelak di hari penghisaban, sengsaranya kayak apa di padang mashyar dan padang-padang lainnya (karena masih ada buanyak kehidupan menuju surga/neraka).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya segala perbuatan ditentukan bagian akhirnya.” (HR. Bukhari).

Artinya, seseorang yang sebelumnya berbuat dosa (bermaksiat), tapi bila sebelum ia meninggal dia beriman kepada Allah dan melakukan amalan surga (berbuat baik), maka ia akan masuk surga. Begitu juga dengan seseorang yang kesehariannya beribadah, pake celana cingkrang, petantang petenteng layaknya orang alim, tapi bila sebelum meninggal dia bermaksiat dan melupakan Allah (kufur), maka ia akan masuk neraka.

Selagi masih ada kesempatan buat taubat, ya taubatlah. Bahkan ada seorang ulama besar yang sangat terkenal, yang apabila dicurhati oleh orang, yang masalahnya beragam dan nggak sama, maka saran dan solusi yang ia berikan sama. Ya cuma satu dan itu-itu aja, seperti ini sarannya “Kamu sekarang pulang, solat taubat dan istighfar 10.000x setiap hari.”

Cynn.. ternyata semua solusi dalam hidup cuma bertaubat cynn.. tobat itu gampang, tapi istiqomah untuk tidak mengulanginya itu yang susah.

Sudah bertobatkah kamu hari ini?

Endorsement

Boleh kok Melakukan Pinjaman, Asalkan Alasannya Masih Masuk Akal

Saat kebutuhan sedang sangat banyak-banyaknya namun pemasukan sedang tidak maksimal atau gaji belum turun, duh nggak heran bikin kita pusing tujuh keliling memikirkan cara untuk membayar tagihan yang menumpuk. Urusan uang memang seringkali bikin pusing, meskipun lagu lama mengatakan bahwa uang bukanlah segalanya, tapi realitanya setiap kebutuhan hidup tetap harus dibayar pakai uang, ya kan? Kalau sudah kepepet begitu, tentu akan terlintas di benak setiap orang untuk mencari pinjaman. Namun, meski solusi melakukan pinjaman muncul pada setiap benak orang, nggak jarang ada juga orang yang segan dan ragu untuk melakukan pinjaman.

Banyak bayangan ketakutan yang menghinggapi pikiran. Takut nanti nggak bisa melunasi lah, takut hutang jadi menumpuk lah, dan juga merasa pinjaman bukanlah solusi yang tepat. Namun, saat solusi lain pun nggak kunjung didapatkan. Saat itulah, tentu kita akan semakin bingung dong. Sudah bingung memikirkan kebutuhan yang harus segera dipenuhi, eh masih ditambah bingung memutuskan akan melakukan pinjaman atau tidak. Pusing deh eyke. Nah, sebenarnya pinjaman nggak ada salahnya. Namun ada syaratnya nih. Syaratnya yaitu bahwa pinjaman yang akan kita lakukan harus benar-benar masuk akal tujuannya.

 

                         (Pic taken from here)

Sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman. Kita juga harus memperhatikan berbagai hal saat akan melakukan pinjaman. Apa saja sih, yuk disimak.

  • Mengetahui dari mana dan bagaimana Anda akan melunasi pinjaman.

Sebelum mengambil pinjaman, berpikirlah selangkah ke depan lebih dulu yaitu harus tahu dari mana dan bagaimana nanti kita dapat melunasinya. Jika memang memiliki penghasilan tetap, maka Alhamdulillah yah (ter-Syahrini) kita bisa dengan tenang melakukan pinjaman. Atau ketika kita sudah memiliki gambaran tertentu tentang dari mana Anda mendapatkan pemasukan, maybe sudah ada next project yang sudah pasti akan segera dibayar. Perlu dipikirkan juga bagaimana rencana pelunasannya, maksudnya apakah bisa kita lunasi sekali lunas atau harus mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Jika memang harus mengumpulkan dulu, maka kita harus lebih disiplin untuk mengumpulkannya agar nggak terpakai untuk keperluan lain, atau bahkan belanja hal yang tidak perlu. Duh susah deh emak-emak kalau lihat diskon mata langsung ijo pengen ambil ini itu.

  • Berkomitmen untuk melunasi

Seringkali orang yang bermasalah dengan penumpukkan hutang biasanya karena kurangnya komitmen untuk untuk segera melunasi sehingga kemudian hutang menumpuk dan terlalu berat untuk ditanggung. Namun, jika kita adalah tipe orang yang bisa disiplin pada diri sendiri untuk melunasi, maka masalah itu nggak akan pernah kita alami. Kuncinya, saat kita memiliki uang atau menerima gaji, segera langsung sisihkan uang untuk melunasi hutang, baik untuk langsung melunasi maupun untuk dikumpulkan dulu. Pokoknya jangan sampai menunda-nunda, apalagi malah menggunakan uang tersebut untuk hal-hal yang nggak penting kayak tergoda Sale atau diskonan.

  • Selektif memilih pihak penghutang

Hal lain yang harus diperhatikan saat akan melakukan pinjaman selanjutnya adalah selektif memilih pihak penghutang. Kita mungkin bisa melakukan pinjaman ke banyak pihak, mulai dari individu seperti saudara atau tetangga maupun lembaga pemberi hutang tertentu. Nah, selektiflah dalam memilih di mana tempat Anda akan melakukan hutang. Jangan sampai salah pilih. Misalnya kalau mau pinjam ke individu maka lihat dulu bagaimana karakter individu tersebut. Apakah kiranya orangnya cukup toleran atau tidak. Pikirkan juga tentang kemungkinan terburuk kalau kita telat mengembalikan hutang, kira-kira seperti apa sikap orang tersebut ya, jangan hanya gara-gara hutang sampai jadi masalah besar dan memecahkan tali persaudaraan. Kemudian, jika memilih meminjam ke lembaga pemberi pinjaman tertentu, maka pertimbangkan apakah mensyaratkan agunan atau tidak, besar bunga, dan berbagai aturan apa yang diterapkan. Nah, jika ingin melakukan pinjaman dana tunai tanpa agunankita bisa juga lho mencari platform online yang menyediakan pinjaman tersebut.

  • Tahu besar bunga, tenggat waktu pengembalian, dan segala aturannya

Jika memilih lembaga pemberi pinjaman, maka pastikan kita tahu berbagai aturannya seperti besar bunga dan tenggat waktu. Jangan sampai asal memilih tempat hutang dan asal melakukan pinjaman. Kalau sudah mengetahui berbagai aturan peminjaman, maka kita bisa memutuskan apakah akan meminjam di lembaga atau tempat pinjaman tersebut atau tidak. Dengan begitu kita nggak akan dirugikan.

Nah itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengambil pinjaman. Kalau sudah paham dengan hal-hal diatas, maka kita bisa tenang melakukan pinjaman karena terhindat dari resiko-resiko yang selama ini kita takutkan seperti memiliki banyak tumpukan hutang dan tidak mampu menanggung bebannya. Jadi sebenarnya melakukan hutang itu tak masalah asalkan dengan alasan yang masuk akal. Juga mengetahui apa yang perlu diperhatikan saat akan dan sedang dalam konsidi berhutang.

 

(Pic taken from google)

Lalu, apa saja sih yang biasanya menjadi alasan yang nggak masuk akal orang-orang yang berhutang kemudian akhirnya malah hanya mencemplungkan dirinya ke dalam masalah? Berikut ini beberapa diantaranya, jangan ditiru ya…

  • Membeli barang branded seharga puluhan bahkan ratusan juta

Banyak orang yang memiliki gaya hidup selangit walaupun sebenarnya kemampuannya tak setinggi itu. Seringkali mereka membeli barang-barang branded dengan harga mahal demi tampil glamour dan menjaga gengsi. Nggak punya uang, maka berhutang jadi pilihan. Baik hutang  dalam arti sesungguhnya atau berhutang melalui kartu kredit. Nah, ini persis kayak di film Confession of Shopaholic. Saking gilanya ketagihan belanja, dia punya hutang puluhan dollar di 11 kartu kreditnya. Wuidih parah, punya 1 kartu kredit aja pusing, dia malah punya 11 CC. Kalau nggak mau sampai mengalami masalah dengan hutang, maka hindari alasan seperti ini. Membeli barang branded nggak masalah,  boleh kok, asalkan kita mampu mengukur tingkat kemampuan.

  • Berlibur ke luar negeri atau berlibur yang menghabiskan banyak biaya

Tak ada yang salah dengan berlibur. Bahkan berlibur memang merupakan salah satu kebutuhan psikologis manusia. Berhutang untuk liburan juga masih masuk akal. Misalnya memang istri, anak, atau keluarga menuntut liburan dan memang sudah lama sekali keluarga nggak berlibur. Hanya saja mereka menuntut liburan di waktu yang kurang tepat, misalnya seperti saat tanggal tua sebelum menerima gaji. Ajaklah saja keluarga berlibur, berhutang bisa dilakukan asal nantinya segera dikembalikan. Tapiiiiiiii, tetaplah masuk akal. Berlibur untuk menghilangkan penat dan bosan keluarga maupun Anda sendiri nggak perlu yang mengeluarkan terlalu banyak biaya lho. Kita bisa berlibur di dalam negeri saja atau tempat-tempat yang tergolong membutuhkan budget terjangkau. Banyak tempat wisata di dalam negeri yang menawarkan keindahan yang bisa membuat penat dan bosan menghilang. Apalagi sekarang pemerintah kota sudah banyak menggelontorkan dana untuk merubah lahan-lahan kosong menjadi tempat wisata murah meriah bagi masyarakat. Two thumbs up for Indonesian local government. Tiap malam minggu, saya bisa mengajak Edgar main di lapangan kota yang sudah dikondisikan sedemikian rupa untuk hiburan rakyat murah meriah.

  • Berjudi

Alasan nggak masuk akal selanjutnya adalah berhutang untuk berjudi. Bahkan membeli barang branded atau berlibur ke luar negeri yang masih ada manfaatnya saja bisa jadi alasan yang tidak masuk akal. Lalu bagaimana dengan berjudi? Tentunya semakin jadi nggak masuk akal dong. Kayak lagunya Rhoma Irama (duileh gue dangdut amat). Berjudi menyebabkan kecanduan. Setelah kalah berkali-kali ternyata malah semakin penasaran dan ujung-ujungnya nekat berhutang. Sudahlah, lupakan saja niat untuk berhutang karena alasan itu sangat nggak masuk akal.

Nah, itulah beberapa alasan berhutang yang tidak masuk akal. Berbagai alasan berhutang yang hanya untuk bertindak konsumtif atau nggak penting adalah alasan-alasan yang tidak masuk akal. Namun, jika uang yang akan kita pinjam memang untuk kebutuhan penting dan mendesak seperti membayar biaya rumah sakit, memperbaiki rumah, memulai bisnis, dan sebagainya, maka berhutang adalah tindakan yang masuk akal. Tentunya dengan tetap mengingat hal-hal yang harus diperhatikan sebelum berhutang di atas ya.

Apakah Anda sedang memerlukan dana untuk kebutuhan mendesak atau barangkali untuk modal usaha? Maka ketahui cara pinjam uang di koperasi onlineSelamat memanfaatkan uang dengan baik, dan tetaplah masuk akal!