Uncategorized

Menu green smoothie pagi ini

2 biji okra
1/2 buah timun
5 biji anggur
1 buah apel
1 buah pear
3 buah kurma
6 sdm whole grains oat
1 kotak yogurt
1 kaleng susu bear brand

View on Path

Advertisements
Uncategorized

Green Smoothie 

Bapak saya sejak dulu kadar gulanya tinggi. Diabetes. Selama 6 tahun terakhir langganan nginep di RS setahun sekali, simply because he won’t try dieting. Pola makannya ya masih sama. RKS pokoknta alias rakus. 

Minggu lalu, Bapak kena serangan stroke ringan. Dipicu oleh kadar kolesterolnya yang tinggi. Jadi double-double deh tuh. Kadar gula dan kolesterol tinggi. Pas di RS kayak anak kecil lagi tantrum, minta dibelikan nasi padang. Pake ngamuk segala karena saya nggak mau belikan. Trus pake drama bentak-bentak trus pusing kayak mau pingsan. Halah. Akhirnya saya ngalah dan belikan nasi padang. Sebungkus nasi rendang itu ludes dalam 5 menit. Nggragas tenan. Malamnya, dlaaarrr… Madiun hujan badai bok. Sampai banjiiirrrr seluruh Kota. Di RS Bapak gelisah karena badannya sakit semua. Semalaman ngamuk. Mana suster jaganya pada nggak ada, katanya rapat. Menurut saya, ya salah sendiri siapa suruh makan rendang berpoles santan. Huh.

Sampai rumah saya langsung beli Juicer dan 2 kg wortel. Karena kata temen saya, Ibunya terapi jus wortel setiap hari bisa sehat lagi padahal sudah kritis dan hampir operasi bypass. Saya ngejus 1 kg wortel cuma dapat 2 gelas doang. Buset dah, ora sumbut karo ngejuse. Trus dirumah kan banyak ransum buah dari para pembesuk. Akhirnya saya searching-searching deh soal green smoothie.

Rupanya, green smoothie ini sudah ngetren sejak lama. Cuma saya baru denger ini. Maklum, wong ndeso hehe. Banyak banget manfaatnya lho. Bisa bikin badan terasa lebih sehat, nggak gampang sakit, bikin kulit cerah, mengobati sembelit, dan bahkan bisa buat diet. Waktu saya nimbrung di forum Female Daily, testimoni para peminumnya luar biasa. Dalam 5 hari bisa turun 7kg setelah rutin konsumsi green smoothie. Urusan kebelakang (bagi yang sembelit) lancar. Bahkan ada yang ayahnya kena Parkinson sampai wajahnya timbul plek hitam pun jadi much better lho, katanya plek hitamnya berkurang dan wajah kembali putih cerah, dan juga rambut ayahnya yang sudah putih tumbuh lagi warnanya jadi hitam! Wow banget.

Kuncinya sih rutin.

Nah, berhubung di rumah lagi banyak stok buah segar hasil tilik para pembesuk. Saya langsung tergerak *ecie* untuk mencoba bereksperimen dengan green smoothie ini. Sebenarnya green smoothie itu paling bagus ada campuran sayurnya. Tapi nggak ada yang sempet ke pasar dan di rumah buahnya banyak banget, saya full campur buah aja deh.

Ini nih menu smoothie pagi ini

2 buah okra
3 butir kurma
6 butir anggur
1 buah apel hijau
1/2 potong timun
5 sdm whole grains oat
1 kotak plain yogurt
1 kaleng susu bear brand
3/4 gelas air dingin atau es batu *optional

Jadinya 0.9L pas untuk 3 porsi orang serumah. Rasanya enak, tekstur kayak bubur (yaiyalaa namanya aja smoothie wkwk), dominan rasa yogurt. Seger. 

Buat Bapak rasanya dominan susu. Masuk akal sih soalnya Bapak nggak paham rasa yogurt, buat beliau ini rasanya susu banget. Buat saya rasanya asam susu segar macam yogurt. Buat Ibu saya, ini eneg banget. Nggak habis. 

Paling baik langsung diminum setengah jam setelah di jus. Boleh disimpan di kulkas maupun freezer. Untuk prinsip menyimpannya, samakan dengan prinsip simpan ASIP. Yang penting dimasukkan ke wadah kedap udara (lock n lock). Diminum setelah bangun tidur saat perut masih kosong (belum sarapan).

Semoga ya semoga saya bisa rajin bikin green smoothie tiap hari. God knows I lack self-discipline, but I will try. Demi keluarga sehat (untuk ortu) dan bebas sembelit (buat saya). Aamiin.

View on Path

Uncategorized

Awkward moment be like

Temen sekelas satu angkatan. Kita murni temen sekelas, tanpa ada kedekatan intim atau pun ketertarikan yg sama.

Suatu ketika, kami yg sama-sama mahasiswa tingkat akhir ini bertemu di depan ruang jurusan mencoba memulai percakapan. And it goes weird like this,

Her: Eh, Oky masih suka baca baca buku gitu ga? Lagi baca buku apa sekarang?

Me: Iyaa masih. Buku Ini tentang blablablabla… *panjang jelasinnya*

Her: Oh…

*awkward silence*

Me: *trying to revive conversation* So, gimana kamu masih aktif jadi aktivis di sana ga sih. Kalian lagi sibuk apa sekarang?

Her: Oh kami lagi blablablabla *jelasin panjang lebar*

Me: Oh..

*another dead response*

Then we both laugh together. Sadar kalau sama-sama nggak nyambung and having zero interest on each other activity.

Yeah, so..