Uncategorized

HALO BALITA PALING MURAH

Saya ini selalu haus membaca. Masih ingat dulu saya yang masih kecil merasakan sekali sedihnya nggak punya bahan bacaan. Selalu mencari-cari serpihan yang bisa dibaca, entah koran bungkus gorengan, brosur produk, atau sekadar spanduk reklame di pinggir jalan.

Waktu saya TK kalau minta dibelikan buku nggak akan dikabulkan. Maklum, buat makan sehari-hari aja masih susah.

Makanya saya berazzam kalau punya anak, akan saya penuhi raknya dengan buku. Waktu anak saya belum lahir saja saya sudah mulai nyicil beli buku anak (eh ini sih emang mamanya yang suka beli buku).

Nah, salah satu buku idaman saya adalah buku Halo Balita dan sekarang sedang diskon 35% khusus hari ini saja mom!

Yang pernah dengar buku Halo Balita pasti taju kan harga satu setnya itu 2.875.000. Tapi khusus hari ini dan hanya hari ini harganya tinggal Rp1.868.750

Kalau mau tambah Epennya cuma nambah 1juta jadi Rp2.868.750

Kalau beli besok harga epennya doang sudah balik ke harga normal jadi Rp1.500.000

Mommies ayo buruan sikat kesempatan langka ini!! Japri saya di WA 081336770858 sekarang juga ya!

Advertisements
Uncategorized

Emang enak dijudge orang?

Saya tertohok membaca tulisan ini karena jujur saya pun berkali-kali secara lantang maupun hanya dalam batin saja, sering menjudge orang lain, astaghfirullah. Nggak lagi-lagi inshaAllah..

Juga tidak bisa dipungkiri kalau saya pribadi seringkali dijudge orang karena satu dan lain hal. Baik yang terang-terangan maupun dalam hati mereka. Jelas, rasanya nggak enak lah ya dihakimi. Siapa sih yang suka dijudge, nggak ada lah ya kayaknya. Hehehehe..

Silakan dibaca tulisan Reza Novary ini sebagai pengingat untuk kita bahwa hidayah itu milik Allah semata.

******

Bismillah

Allahumma sholi ala Muhammad wa Ala ali Muhammad.

Sebuah nasehat buat diri ini, yang masih suka mencibir
ketika melihat “sesuatu yang kurang pas”.

Contoh : Misal ada seorang ustad yang terkenal alim, punya jadwal ceramah dimana mana ternyata anaknya pemakai Narkoba.

Misal lagi ada seorang anak yang masyaa Allah, rajin ke masjid, aktif di kegiatan keagamaan dan pokonya terkenal alim, ehhh…. Ternyata bapaknya pemabuk.

Biasanya kalo udah begitu pasti banyak yang mencibir, “itu ustad gimana sih….. , rajin dakwah kemana mana, tapi anaknya sendiri ga betul, anaknya sendiri jadi berandalan. Ga di perhatikan akhlaknya

STOP kawan ……STOP menjudge seperti itu
Bisa jadi ustad yang kamu liat anaknya berandalan saat ini, siapa tau ust tsb sudah sering menasehati dan sudah bertahun tahun berdoa memohon pada Allah akan kebaikan anaknya.

Bisa jadi ,mereka sudah berdarah darah mengajak , namun hidayah tak kunjung mampu dijemput.

Jangan pernah menjudge orang lain, hatta itu seorang preman yg kelihatanya “hancur” karena bisa jadi mereka itu sebenernya mau berubah, namun lingkungan dan ga ada teman berubah yang jadi penghalangnya

Hidayah itu milik Allah, hanya Allah lah penggenggam hati manusia, oleh karenanya selain kita menasehati mereka, imbangi juga dengan merayu Allah agar melembutkan hati mereka untuk bisa ikhlas menerima kebenaran(inget kan tentang keutamaan mendoakan orang lain) Dan hasilnya serahkan penuh ke Allah swt.

Karena Hidayah itu mutlak milik Allah swt

Sudahlah, mulai saat ini nda usah terlalu menjudge orang lain, jika tidak bisa kita dakwahi, ya temani atau bahkan doakan…agar mereka bisa kembali menemukan jalan pulang. Yang penting jangan pernah menjudgenya lebih rendah dari kita, karena kita tidak akan pernah tau akhir hidupnya nanti, bisa jadi malah Husnul Khotimah.
Wallahua’lam bishowab

Wasalam
Reza Novary

Uncategorized

Percaya sama yang GAIB

Mari kita buka kembali terjemahan surat Al Baqarah ayat 1-5 :

1. Alif Lam Mim

2. Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

3. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang GAIB, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka

4. Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.

5. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

****

Rupanya, kelima ayat pertama itu adalah perjanjian Allah kepada kita, makhluknya. Bahwa, Al Quran itu TIDAK ADA KERAGUAN alias buku pedoman yang BENAR. Apabila kita BERTAQWA, maka kita adalah ORANG-ORANG YANG BERUNTUNG.

Apa sih TAQWA itu? Berdasarkan kelima ayat itu artinya adalah orang yang,
1. Beriman kepada yang GAIB
2. Shalat
3. Infaq/sedekah
4. Beriman pada Al Quran (dan kitab2 sebelumnya)
5. Beriman pada akhirat

Nah.. coba perhatikan nomor satu, yakni Beriman kepada yang GAIB.

…yang GAIB.

Sekali lagi: yang GAIB.

Gaib disini adalah hal-hal yang diluar nalar/logika. Tidak masuk akal.

Sedangkan kata beriman sendiri artinya adalah, percaya dengan sepenuh hati tanpa keraguan sedikit pun.

Jadi, perjanjian Allah yang pertama adalah apabila kita percaya tanpa keraguan akan hal yang GAIB, maka kita adalah ORANG YANG BERUNTUNG.

Nah pertanyaannya, kamu percaya nggak sama hal-hal gaib?

Sebelum saya tobat, saya adalah orang yang sangat mengedepankan logika. Kalau nggak masuk akal, nggak akan saya gubris. Tapi sekarang, saya benar-benar percaya karena BANYAK SEKALI BUKTI NYATA.

Cerita Pertama:

Ini adalah kisah nyata teman saya, Bunda Lulu namanya. Suatu ketika Bunda Lulu sholat hajat selama 20 hari dengan sepenuh hati memohon kepada Allah agar diberikan pemahaman akan tauhid. Semenjak itu, banyak sekali hal-hal penuh keajaiban yang terjadi padanya. Baru dibatin saja, sudah terkabul. Contohnya, seperti yang baru dialaminya kemarin.

Anaknya Bunda Lulu akan mengadakan Qiyamulail di sekolahnya selama 3 hari. Bunda Lulu membatin ingin sekali bisa menyediakan makanan untuk teman-teman anaknya. Baru saja dibatin, Bunda mendapat SMS transferan uang masuk sebesar 4 juta dari temannya. Rupanya uang itu adalah titipan untuk diinfakkan dan orangnya ridho uangnya diinfakkan untuk dana konsumsi acara Qiyamulail anaknya Bunda Lulu. MashaAllah..

….

Cerita Kedua

Ini cerita dari Bunda Qyna, teman saya yang tinggal di Kalimantan.

Bulan Oktober 2017 lalu, keluarganya kolaps karena tunggakan hutang sebesar 600 juta dari arisan online (arisan bodong). Kondisinya terpuruk karena seumur hidup dia tidak pernah berhutang dalam hal apapun. Kebayang ya bund 600 juta itu gede banget.

Saat itu Bunda Qyna cerita ke suami. Suaminya bilang, “Uang dari mana ini bund kita bayarnya?”. Bunda Qyna hanya terdiam dan bingung. Akhirnya ia menjawab, “Ayah kerja aja, bunda yang doain dari rumah.”

Qadarullah.. alhamdulillah pekerjaan suaminya itu di bidang oil & gas .. fee dari vendor di mulai November, Desember, Januari dan Februari kemarin akhirnya terbayar dan sekarang masih sisa 120 juta. Alhamdulillah bersyukur sekali atas miracle ini. Yang kalau dipikir dengan logika manusia sangat tidak masuk akal.

……

Cerita Ketiga

Cerita ini saya dapatkan dari teman grup PPALC siang tadi,

Hari ini adalah jatuh tempo hutang 42 juta lebih. Pas mau dibayar dibilang sudah lunas minggu lalu padahal beliau dan suami belum transfer sama sekali.

Beliau langsung menangis penuh syukur karena tiba-tiba teringat sedekah tiap hari jumat. Baru berlangsung 3x saja sudah Allah ganti 10x lipatnya dari sedekah yang dikeluarkan.

……

MashaAllah.. kalau dilihat dari logika manusia, pasti nggak make sense sama sekali, ya kan? Tapi kalau pakai logika Allah, InshaAllah, mudah bagi Allah untuk menyelesaikan masalah-masalah kita. Asalkan kita bertaqwa padaNya, pada yang GAIB. Karena janji Allah itu BENAR dan PASTI. Allahu Akbar!

Jadi, sekarang kamu udah percaya belum?

****