Cogitans

Reading Challenge 2011

Seminggu ini saya kecanduan Goodreads !!

Dan seperti sejarah saya bersama MP, FB, Twitter, dll. goodreads ini setahun saya acuhkan. Bukan karena saya nggak tertarik, tapi murni karena saya nggak tahu cara mengoperasikannya. Kadang kalau lagi inget gitu sama GR, ya saya buka tapi langsung saya close lagi karena frustasi nggak bisa makenya. Begitu terus sampai akhirnya ada temen yg berbaik hati ngajarin. Haha, thanks to that friend.

Nah, sedikit banyak saya ngerasain banget dampak positif gabung ke Goodreads. Semangat baca saya meroket. Dari dulu emang hobi baca, tapi nggak pernah seambisius ini sebelumnya. Biasanya kan baca novel paling enggak dua hari sekali. Atau satu novel untuk jatah 3 hari baca. Tapi sekarang satu novel satu hari nggak peduli seberapa pun sibuk dan ngantuknya saya hari itu.

Semua gara-gara “Reading Challenge 2011”

Saya sih yakin (dan berambisi) bisa nembus 200 buku dalam setahun ini. Tapi sayangnya saya telat ikutan challengenya karena baru mulai bulan maret kemarin kalau nggak salah. Jadinya bulan april ini saya ngebuuuut.

Berhubung sekarang tahun 2011 jadi jumlah bukunya pun saya sesuaikan jadi 211 untuk setahun ini. Kalau bisa baca lebih dari itu sih alhamdulillah. Hehe..

So, ada yang ikutan reading challenge juga?

Ayuk ikutan yuuuk.. tujuannya bagus banget lho untuk ningkatin minat baca bangsa. Apalagi Indonesia kan, menurut kabar burung yg beredar, tingkat minat bacanya masih rendah. Atau mungkin sebenarnya minat tinggi tapi nggak bisa beneran baca karena terhalang dana atau akses mendapatkan buku? Jadi, sebagai generasi yg beruntung bisa membaca dan punya akses penuh untuk mendapat buku yg diinginkan, boleh dong kalau kita ikut meramaikan. XD

Btw, setelah saya melalui fase senang-senang bergembira diatas baru deh perlahan terasa banget dampak negatifnya. Yah, karena saya harus baca 211 buku tahun ini otomatis implikasinya saya harus menyediakan buku baru sejumlah yang sama untuk di baca kan? Yang artinya–beli buku.

Awalnya sih nggak kerasa, beli satu-dua buku saja. Kadang masih bisa pinjem di rentalan. Tapi lama kelamaan saya kekurangan buku dan jadi lebih sering belanja buku. Sekalinya belanja buku seringkali saya kalap. Benar-benar kalap!! 12 buku sekali belanja? Bahkan nggak ada seminggu saya sudah beli buku lagi dalam jumlah “wow“.

Begini ya, dua minggu lalu saya belanja 4 buku. Trus, tiga hari kemudian adik saya menggoda saya dengan mengajak beli satu seri teenlit yang berjumlah 6 buku. Nggak sampai empat hari kemudian saya udah beli 12 buku lagi. Dan dua hari berikutnya saya sudah nambah 6 buku tak bersalah yang memangsa isi dompet dan hampir seluruh jatah hidup saya untuk sebulan ke depan. Well, bangkrut benar.

Ini benar-benar nggak sehat. Bukan tantangannya yg nggak sehat. Tapi cara saya melakoninya nggak sehat! Sekarang tinggal bagaimana cara saya menghabiskan buku yg sudah terbeli ini tanpa harus tergoda belanja lagi. Soalnya saya gatel banget pergi ke toko buku padahal timbunan buku yg belum terbaca banyak sekali..

Bagaimana, oh bagaimana?

Saya sedih karena bangkrut, tapi sama sekali nggak nyesel. Ini perasaan paling absurd yg pernah saya rasakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s