Uncategorized

Yang Double Emang Lebih Nikmat

Saya pengen punya anak kembar!

Waktu masih kecil dulu saya nonton film The Parent Trap yang dibintangi Lindsay Lohan. Sebelum itu saya sudah di cekoki beberapa dongeng serta mitos tentang anak kembar dan saya terkagum-kagum. Berharap memiliki saudara kembar yang terpisah jauh entah dimana dan suatu hari bisa bertemu (walau jelas-jelas nggak mungkin). Syahaha~ jadi pengen ketawa kalau ingat dulu pernah tanya ke Ibu, “Bu, aku punya kembaran nggak, sih?” ke Ayah, “Ayah, kembaran Oky sekarang lagi dimana ya?” Yang cuma di tanggapi dengan tawa geli. Aduh, malunya.

Ide tentang anak kembar itu sempat bikin saya terosebsi. Saya mulai hunting info tentang anak kembar hingga akhirnya, waktu saya es-em-pe, saya akhirnya mendapat fakta bahwa saya membawa gen kembar dari dua garis keturunan. Satu dari darah Ayah dan satunya dari darah Ibu. Fufufu~ *mulai dari sini udah nyengir duluan saya*

Ceritanya, kakek saya a.k.a Bokap Ayah saya yang sudah alm. itu punya saudara kembar yang juga sudah alm. Dan Ibu saya punya saudara yang kembar. Maksudnya, ibu saya anak ke tujuh dan kakak Ibu saya entah yang keberapa itu kembar, namun alm. saat mereka masih bayi. Walau kenyataannya keluarga kembar saya itu sudah alm. saya tetep semangat dan bermimpi akan ketiban rezeki di warisi gen kembar itu. Pasalnya, semenjak kejadian kelahiran kembar itu di keluarga saya nggak ada lagi kelahiran kembar. Boleh dong saya berharap mendapatkan gen kembar itu. Tapi lihat sikon juga, coz sepupu saya banyak yang lebih tua. Saya tinggal mengamati, sepupu yang mana yang bakalan beruntung duluan itu~ fufufu~ moga-moga sih saya juga kecripatan gen walau dikit. Amiin~

Oh, ya. Topik ini mulai saya angkat saat tadi iseng baca KapanLagi.com seputar topik anak kembar. Berikut kutipannya:

“Dalam studi tersebut Steinman menganalisa tinggi badan wanita yang melahirkan bayi kembar memiliki tinggi badan lebih dari 5 kaki 5 inci (1.65 m), lebih tinggi beberapa inci dari tinggi badan wanita Amerika yang rata-rata berkisar 5 kaki 3.¾ inci (1.62 m).” (KapanLagi.com)


Jyah~ saya agak sebel deh sama artikel ini. Menjatuhkan semangat saja. Cih. *misuh-misuh* Apalagi saya ini pendek. 160 cm aja nggak sampe. Jadi karena saya pendek, saya setingkat lebih nggak mujur dalam memiliki anak kembar dibanding yang tinggi? =.=a

Trus, kapan dulu saya pernah baca artikel seputar masalah kelahiran kembar juga. Dan beruntung saya masih nemu link websitenya. Berikut yang saya copy/paste langsung dari sumbernya:

“Beberapa orang menganggap, memiliki anak kembar adalah hal yang menyenangkan. Padahal faktanya tidak demikian, karena dengan memiliki anak kembar, Anda harus membagi waktu Anda untuk dua orang bayi yang membutuhkan perhatian Anda di waktu yang sama.

Meski begitu, ada beberapa orangtua yang cenderung memiliki kemungkinan untuk mendapatkan anak kembar, baik kembar dua bahkan lebih. Apa saja tanda-tanda orangtua yang kemungkinan besar memiliki anak kembar?

1. Sejarah keluarga
Apabila di dalam keluarga Anda memiliki sejarah kelahiran kembar, seperti ibu, saudara kandung, paman atau sepupu yang kembar, Anda dapat berharap suatu saat akan mendapatkan anak kembar tanpa susah payah.

Kelahiran kembar, umumnya terjadi secara turun menurun. Jika ibu Anda atau garis keturunan ibu ke atas, memiliki sejarah kelahiran kembar, maka Anda memiliki gen dengan kecenderungan hiperovulasi yaitu pelepasan sel telur secara berlebihan yang memungkinkan mengandung anak kembar.

Komentar saya: Yeah, ada kok, ada. Moga-moga gennya nurun ke saya. Doain ya 😀

2. Gemuk atau berat badan berlebih
Penelitian yang dimuat pada American College of Obstetrics and Gynecology, menunjukkan hubungan yang erat antara kecenderungan kelahiran kembar dengan naiknya kasus obesitas.

Menurut penelitian, ibu dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, berpeluang mengandung anak kembar. Tapi statistik ini hanya berlaku bagi pasangan dengan sejarah keluarga kelahiran kembar.

Komentar saya: Haruskah saya menggemukkan badan? =.=a

3. Hamil diusia tua
Wanita yang hamil di usia tua, besar kemungkinannya memiliki anak kembar, dibanding wanita yang hamil di usia muda. Diperkirakan, ovulasi akan semakin cepat seiring usia biologis yang juga bergerak cepat. Sekitar 17% wanita yang hamil di ata
s 45 tahun, berpeluang mengandung anak kembar.

Lima tahun lagi, sekitar usia 50 tahun, peluangnya makin besar yaitu 1 banding 9. Hanya saja, mengandung di usia tua sangat berisiko, dari keguguran hingga meningkatnya kadar gula selama hamil. Bayinya pun kemungkinan besar akan mengalami kelainan kromosom.

Komentar saya: Ntar aja deh, liat nanti. Kalau saya beneran desperate, baru deh saya nekat.

4. Sekali melahirkan kembar, selanjutnya pun kembar
Apabila dikehamilan pertama Anda melahirkan anak kembar, kemungkinan besar di kehamilan berikutnya pun akan kembar. Sebab ibu yang memiliki anak kembar, empat kali lipat lebih besar kemungkinannya daripada yang belum pernah mengandung.

Komentar saya: Huwoooo~ saya berniat satu kali melahirkan kembar kok. Setali uang dua gajah terlampaui. (plesetan itu yak pepatahnya)

5. Konsumsi umbi-umbian dan susu
Meski belum terbukti secara medis, namun jenis umbi-umbian, seperti ubi dan kentang diketahui dapat membuat seseorang mendapatkan anak kembar.

Salah satu buktinya, etnis Yoruba di Afrika Barat yang penduduknya sebagian besar mengkonsumsi umbi-umbian, terkenal sebagai negara dengan kelahiran kembar tertinggi di dunia. Diyakini bahwa umbi-umbian memiliki zat kimia yang memicu terjadinya hiperovulasi.

Sedangkan penelitian di tahun 2006 lalu memperlihatkan, wanita yang mengkonsumsi susu lebih banyak, cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengandung anak kembar.

Komentar saya: Eh, setahu saya minum susu itu biar tinggi dan makan umbi itu bikin bego. Yang masalah minum susu itu cocok sih sama artikel dari KapanLagi. Yang tinggi lebih mungkin punya anak kembar. Tapi masa iya umbi juga bisa mempengaruhi?

6. Melakukan program fertilitas
Program teknologi reproduksi yang pesat saat ini, juga memungkinkan tingginya kelahiran kembar akibat penggunaan obat yang menstimulasi terjadinya ovulasi dan sistim bayi tabung yang memungkinkan adanya embrio lebih dari satu di rahim ibu.

Komentar saya: We Vote For the Reasearch!! Ayo, temukan gen-gen kembar!! We want it! Yeah!

7. Sering melahirkan
Semakin banyak yang telah Anda miliki, kemungkinan mengalami kehamilan kembar juga semakin besar. Tapi tak ada yang bisa memastikan setelah berapa kali kehamilan akan terjadi kehamilan kembar.

Komentar saya: Wadaw! saya penganut program 2 anak cukup. Bumi ini sempit bok!

8. Hamil saat masih menyusui
Banyak yang beranggapan, saat menyusui, seorang wanita tidak dapat hamil. Tetapi proses laktasi menjaga ibu tetap berovulasi dan mengalami menstruasi. Beberapa peneliti juga mendukung teori yang menyatakan kehamilan kembar meningkat saat ibu tengah menyusui.

Komentar saya: Wah, bisa di coba nih *ketip2 nepsong*

9. Mengandung meski menggunakan kontrasepsi pil
Kontrasepsi pil dianggap sangat efektif dengan tingkat keberhasilan hingga 99,9 persen. Tetapi kemungkinan 0,01 persennya memungkinkan untuk kehamilan kembar. Kehamilan yang terjadi saat mengkonsumsi pil kontrasepsi, biasanya akibat pemakaian yang tidak konsisten. Ketidakteraturan pemakaian, memicu perilaku hormon yang berubah-ubah yang mengakibatkan hiperovulasi.

Komentar saya: Two thumbs up!! Layak dicoba =))

10. Tanpa sebab, alias tengah ‘beruntung’
Tak sedikit kasus kelahiran kembar yang tidak cocok pada beberapa kriteria klasik di atas, serta tak dapat diketahui penyebabnya. Kembar identik (monozigot twin) yang banyak terjadi pun, hingga kini penyebabnya masih misterius. Tak ada yang bisa meramalkan, kapan dan bagaimana sebuah sel telur akan memecahkan diri menjadi dua janin.

Komentar saya: Ya allah ya Rabbi, kabulkanlah doa hambamu ini *sujud syukur*

halohalo.co.id” (http://www.resep.web.id/)


Intermezzo: Btw, baru tahu saya kalau multiply ini nggak ada opsi buat meng-quote ya? Ah, payah. Bahkan lewat edit HTML pun nggak bisa *resahgelisah*.

Oh iye.. terus. Aduh, saya lupa mau ngemeng apaan lagi.

Nah, saya mengangkat topik ini sebenernya sekaligus promosi lho. Dengan mengesampingkan fakta bahwa usia saya sekarang ini belum cukup umur untuk mendapat KTP (apalagi nik
ah, Ky). Saya mau ngumumin. Woy, cowok-cowok nun jauh disana. Yang punya kembaran, atau gen kembar, atau silsilah kembar, dan juga pengen punya anak kembar, sekaligus tajir kenalan doooong.

Yah, bukannya mau ngajak nikah sekarang sih, gila apa! Belum waktunya, euy. Cita-cita saya masih ketinggian dan tangan saya begitu pendek jadi sampai sekarang belum kesampaian. Hidup juga masih panjang. Tapi, tapi… Cuma mau ngajak kenalan aja, sharing, trus siapa tahu jadian eh, lanjut deh.. dan impian saya punya anak kembar terealisasikan *dilindes truk*

(Penting nggak sih, Ky?)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s