Uncategorized

There’s So Much More

“Sumpah aku kayak nggak kenal Oky.”

Aduh, duh, duh… bukan itu yang saya kira bakalan keluar dari mulut Bebek. Tapi toh itu juga yang ditangkep telinga saya.

Akhirnya Senin ini Bebek masuk sekolah. Beberapa anak ikut ngasih ucapan turut berbelasungkawa. Bebek sih senyum aja kayak biasa. Kayak nggak pernah terjadi apapun. Walau aku nggak tahu gimana perasaan Bebek, saya tahu rasanya nggak enak senyum begitu. Pengen banget deh meluk Bebek. Cuma nggak mungkin kalau kerumunannya sebanyak itu. Malu ah. Ini kan bukan negara bebas. Juga bukan budaya kita asal meluk orang di depan umum.

Setelah kerumunan bubar, saya tetep duduk di samping Bebek. Nggak tahu harus ngomong apa, jujur. Ngomong tentang perasaan Bebek, takut Bebek nangis di tempat. Yang ada bikin heboh ntar. Ngomongin cuaca, nggak nyambung, coy. Sapa yang minat sama cuaca? Well, saya tipe yang nggak pinter ngomong juga ga bisa menghimbur pake kata-kata yg baik, kalau ngomong saya itu blakblakkan dan kadang terlalu jujur. Daripada keluar omongan yang nggak-nggak, mending diem aja (itu prinsip saya).

Dan di tengah keheningan yang mencekam. Bebek diem juga. Kami kayaknya sama-sama nggak tahu harus ngomong apaan. Dan tiba-tiba keluarlah kata-kata sakti yang bikin saya terbelah dua saking kagetnya *lebay.com*

“Sumpah aku kayak nggak kenal Oky.”

Sorry, pengulangan kalimat yang nggak efektif.

Yah itu tadi.. saya shock. Nggak ada angin nggak ada ayam berak, tahu-tahu Bebek ngomong begitu. Dan respon saya hanya:

“HAH?” *dengan tampang cengo dan kacamata miring*

What the he–

Dan tiba-tiba sambil merajuk marah Bebek bilang kalau dia baca Noteku di Facebook (entah yg bagian mana) yang jelas dia nggak disebut-sebut disana. Well, kayaknya sih itu note buatan zaman sebelum Bebek gabung ke Facebook deh, makanya dia nggak saya tag. Dan jujur aja, beberapa bagian note itu bercerita tentang temen-temen Net-World yang nggak Bebek kenal. Somehow dia merasa tersingkirkan. Ngerasa nggak kenal dunia saya yang satu ini. Lalu dia memertanyakan siapa saya yang selama ini dia kenal? Karena saya memang nggak pernah cerita tentang dunia yang satu itu ke dia. Saya punya pembatas yang membedakan keduanya. Dunia yang satu tak perlu tahu dunia yang lainnya.

Aih, jadi merasa bersalah.

Oh iya. Yang masalah pasang alamat blog dengan memanfaatkan hosting gratis itu gagal total. Kabarnya *halah* katanya mas iwan sih itu kesalahan dari servernya, dan nggak ada yang bisa saya lakukan lagi. Bete banget. Dengan semangat balas dendam, saya daftar ke .co.nr aja. Masih nunggu aktivasi yang katanya makan waktu 10 jam sebelum bener-bener aktif.

Ntar kalian bisa akses langsung ke http://www.okeyzz.co.nr kalau udah fix semua. Hehe..

Juga, seharian ini saya OL di Facebook bareng Gegen. Asal tahu aja, kalau Gegen dan saya bertemu dalam satu ruang chatting, pasti yang ada cerita heboh nan geje. Entah Gegennya yang berpembawaan riang atau sayanya yang emang lagi eror pas ketemu Gegen, adaaa aja yang bisa kita hebohin. Bener-bener heboh.

Selama OL tadi, status saya dan status Gegen penuh dengen kegejean tidak penting. Intinya sih sama aja kayak chatting. Jadi satu status kita komenin beruntun dan hasilnya kayak chattingan gituh. Dikit-dikit dan nggak penting sehingga komennya jadi panjaaaaang banget *males ngitung* ada kali 20an. Masing-masing orang bertanggung jawab sama 10 post di tiap status. Padahal kita juga buka room chatting (memanfaatkan fasilitas FB semaksimal mungkin) tapi heboh banget. Di room chatting juga bahas hal yang berbeda lho. Ckck. Menggila bersama Gegen deh pokoknya.

Padahal yang kita bahas cuma sepintas Edrick (pemain Darius di Kambing Jantan) yang gokil dan pake kaus bertuliskan I Love Kediri, gimana enaknya lagu-lagu Taylor Swift dan betapa hapalnya Gegen dengan semua lirik lagu yang ada, masuk ke film Mean Girls dan bahas Amanda Seyfried yang aktingnya bagus banget di film itu (jadi sapa-tuh-namanya-lupa-saya yang nggak bisa ngeja kata O-R-A-N-G-E) tapi ternyata suaranya lebih bagus lagi di film Mamamia. =))

Eh, eh.. dingin banget ya. Bentar saya cek jendela dulu *away*

—–

*back*

Sorry, ngecek jendela doang. Ternyata udah saya tutup. Tapi masih dingin banget. Semalam itu saya lupa nutup jendela kamar. Soalnya sejak sore kelambu udah di tutup padahal jendelanya belum. Walhasil semalaman saya menggigil kedinginan sampe badan bergelung penuh kayak anak kucing baru lahir. Untung aja nggak ada maling nyasar yang berhasrat menerobos rumah lewat kamar saya. Kalau beneran terjadi sih bahaya. Saya jadi korban pertamanya secara saya di garis depan perang *halah*

Omong-omong, saya punya cerita tentang suatu kejadian yang melibatkan seorang exibisonis. Sudahkah saya ceritakan di blog ini? Hmm.. kayaknya belum ya? Oke, next sesion aja deh. Lagi malas saya malam ini. Banyak tugas.

*kabur*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s