Uncategorized

Everything is wrong

Masih ingat postingan blogku tadi pagi itu jam berapa? Hell yeah, hampir jam 3 pagi. Dan saya melanjutkan begadang sampe jam 4. Tebak deh apa hal jeleknya:

SCRIPT BELOM JADI-JADI JUGA

Stres, sumpah. Writer’s block melanda.Jujur, saya lagi males ngarang-ngarang cerita. Padahal script yang pertama jadi dalam 5 jam. Tapi yang ini 5 hari juga nggak kelar-kelar. Cih.

Gara-gara tidur jam set 5, saya bangun telat. Untungnya pagi ini pelajaran pertama Olah Raga. Setelah insiden kena Vertigo kemarin (berujung dengan seminggu rehat dan dua minggu berbadan ringkih), saya jadi rajin ikut pelajaran Olah Raga, padahal biasanya bolos. Bilang pura-pura sakit dan sebagainya. Tapi sekarang nggak lagi. Jarang saya bisa olahraga. Gerak aja jarang. Makanya, kesempatan berolahraga seminggu sekali ini nggak boleh terlewat.

Begitu sampe lapangan (Jarak sekolah dan area lapangan olahraga sekitar 1 km). Kita langsung berbaris untuk pemanasan. Dan saat itulah saya dapat kabar yang bikin jantung ini rasanya hampir copot. Serrr..

~Ibunda Bebek berpulang subuh ini..~

Innalillahi wa innalillahi rojiun

Segera saya cek hpku dan ada sms disana dari lutfi. Tertulis sms itu masuk pukul 5:30. Sialnya ternyata semalaman hp ini saya silent. Brengsek. Saya nggak ada disaat sahabat saya butuh. Saya dengan gobloknya tahu berita ini dari mulut orang lain padahal Bebek udah nyoba hubungi saya. Bahkan saya yakin saya yang pertama di kabari Bebek. Brengsek. Oky brengsek. Sahabat macam apa saya ini? *jedukin kepala*

Saya jarang nangis di depan umum, tapi kali ini saya nangis. Walau nangis dalam diam sih. Sebentar pula nangisnya. Saya nyesel, kenapa kok saya segitu jahatnya. Saya bego, bener-bener bego. Padahal semingguan ini Bebek depresi banget. SMS bahwa dia nggak bisa berhenti nangis dan nggak tahan liat ibunya yang lagi sakit. Bebek butuh dukungan, dan saya selalu bisa menemani Bebek selama ini. Tapi kenapa di saat terberat saya malah nggak ada untuk mendukung Bebek?

Arrgh…. Oky bego!!

Goblok.

Dan yang lebih sial lagi, saya nggak bisa berada di sisi Bebek sekedar untuk ngasih rangkulan karena Bebek lagi di Magelang (Ibunya di rawat disana). Ini adalah saat yang paling buruk. Saat paling memalukan dan saat-saat yang akan terus saya sesali kelak. Mungkin ini bakalan terdengar bullshit bagi orang-orang skeptis. Tapi entah kenapa saya rasa di masa mendatang pun saya akan tetap menyesali hal ini.

“Oh, Bebek.. maapin aku. Sorry banget, sorry banget, sorry banget. I wish I were there beside you.”

Bahkan kata-kata pun (saya yakin) nggak bakalan bisa bikin Bebek merasa lebih baik~

Jumat, 8 Mei 2009
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s