Uncategorized

Have Fun Go Narcissism

Jiwa narsis kumat. Poto-poto di mall dengan memupuk tebal-tebal rasa malu di balik lutut. Biar dipelototin sama orang-orang lewat juga masa bodo ah. Kita lagi narsis nih…

Well, kisah manapun punya kalimat ampuh untuk awalnya kan? Jadi, alih-alih membuka kisah dengan “Pada suatu hari…” kisah ini diawali dengan, “Bernarsis ria di mall memang asyik.

Bernarsis ria di mall memang asyik. Halah, buang jauh-jauh rasa malumu dan pelototin balik pengunjung yang ngetawain kita. Hari ini satu kelas memiliki rencana dadakan untuk nonton bareng. Telah diputuskan film yang akan di tonton adalah Kambing Jantan-nya Raditya Dika. Acara dadakan sih. Soalnya dari semester satu tiap kali ngerencanain nonton bareng selalu aja gagal. Makanya, kita rencanain mendadak biar bisa sukses. Walau yang ikut nggak semua, tapi lumayanlah. Kita berhasil menjaring 18 anak. Separuh kelas tuh.

Bisa dibilang, semua rencana iseng nan dadakan yang sarat permainan dan kebersamaan ini selalu tercetus dari otak Ryan. Dan dadadaraang.. siapa yang memulai, dialah yang mengurusi. Jadi, berbekal mandat sebagai perwakilan kelas, Ryan ngajak saya untuk datang satu jam lebih dulu ke bioskop untuk beli 18 karcis.

Well, begitulah. Ryan datang jemput saya, trus jemput Ursula. Setelah sampai bioskop dan karcis ada ditangan.. *semua transaksi itu berlangsung kurang dari 5 menit* padahal masih ada sekita 45 menit lagi sebelum anak-anak datang. Kita nganggur. Jajan di resto malas ah, ngabisin duit doang. Kita bosen. Capek banget disuruh ngiterin mall. Jadinya.. kembali ke sifat basic manusia yang sudah ada sejak anak orok.

–Narcissism

It’s time to get picture. Correction. Pictures.

Di salah satu pojok deket lift yang rusak dimana lahan tersebut “agak” lenggang dari jamahan manusia-manusia konsumtif, kita bertiga dapat angel bagus buat poto-poto. Dan yeah.. dengan tidak mengacuhkan lirikan-lirikan mata, kita buang jauh-jauh yang namanya “urat malu” untuk memuaskan hasrat narsisme.

Ini beberapa oleh-oleh dari hasil ngebuang “urat malu”:

*di timer lewat hp-nya Ryan dari jarak jauh. poto pertama gagal, cuma kaki doang =)). Tapi sumpah, kaget juga ngeliat viewnya sebagus itu*

*geser ke lift yg rusak, pemanfaatan properti ;)*

And this are my favorit:


*liat coba bayangannya terbentuk sempurna*


*Another pose*


*gaya asal tapi funky*


*Poto lainnya cek disini

Pada akhirnya. Setelah puas ambil foto dan bikin pramuniaga di deket kami sebel karena dagangannya nggak laku gara-gara kita narsis, temen-temen datang. Horeeee… dan terjebaklah kita pada situasi tak terkendali dimana masing-masing anak berpencar padahal film sudah mau dimulai dan tiketnya belum sempet saya bagikan.


*poto yg ini diambil dari kamera hp saya, dan.. ternyata lebih terang hasilnya*


Film di mulai, semua anak sudah pada masuk, tapi setelah diitung-itung kok.. kurang dua ya? Aduh, mbak Um sama Yani ketinggalan. Muakaka.. mereka telepon, bingung gimana masuknya padahal karcis udah di sobek sama penjaganya. Jyah.. terpaksa saya keluar dari bioskop meninggalkan Kambing Jantan yang baru 10 menit diputar untuk ribut-ribut sama petugasnya. Yang mbak-mbaknya itu lho, nyolot. Sebel banget. Padahal udah jelas karcis ada 18, dan ini dua anak ketinggalan masuk. Karcis udah di sobek karena kata Mas-nya yang nyobek karcis tadi bakalan ngebolehin dua temen saya itu masuk. Aih.. saking ributnya sampai saya harus gontot-gontotan gituh.

Untung ada bapak-bapak, kayaknya sih kepala bagian penyobekan karcis *halah, bahasa apa pula ini* datang merelai dan dengan damai memperbolehkan kita masuk.
Makan tuh bacot! Bikin panas aja. Ngotot sih tuh mbaknya. Biasa aja napa sih. Kan bisa toh dibicarakan baik-baik. Minimal dengerin dulu saya selesai ngomong, kalau perlu pembuktian, ayo sini saya punya buktinya. Eh, situ main sok berkuasa aja. Iya sih dia petugasnya, dia dibayar untuk itu. Tapi dia di bayar juga untuk memuaskan pelanggan kan? Ah, masa prinsip paling dasar aja kagak tahu. Bete, ah.

Akhirnya, Mbak Um dan Yani bisa masuk juga.

Fiiuuuh… movie berjalan monoton. Memang sih Radit udah bilang kalau di movie ini bakalan banyak cerita-cerita yang nggak ada di buku. Tapi tetep, sebagai fans, saya mengharapkan lebih banyak kisah-kisah Radit yang ada di kambing jantan. Lucu sih, tapi jadi garing gara-gara banyak adegan romantisnya. Dalam 30 menit ke depan muka saya sudah datar. Bosen dan ngantuk. So does my friend.

Well, finally. Setelah menghabiskan konsumsi yang dibeliin Tika dengan sukarela *thanks Beib* dan filmnya berakhir, kita semua langsung pulang. Iya pulang. Nggak ada acara nongkrong dulu. Kita udah pada kecapekan dengan hanya nonton film saja. Maklumlah.. pagi ini abis olahraga sih, jadinya badan capek biar pun pulang pagi. Mana peer masih banyak *jyah, zaman gene masih musim tugas yang namanya peer*

And, so long my friend.

Pulaaaaang!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s