Uncategorized

Sucks for Me

Another My BFF’s Birthday..

Oke, oke. Saya ngaku saya ini makhluk paling tidak pedulian dan suka menggampangkan masalah yang mungkin pernah ada di dunia. Well, saya nggak bisa komplain soal sifat yang satu ini. Sudah ada dalam gen saya. Gen dari Ayah saya. Kurang peduli dan suka menggampangkan masalah, hmm.. duet maut. Perpaduan yang mematikan. Syahaha.. apa-apaan saya ini.

Nah, nah, nah.. masih ingat postingan kemaren? Itu loh, tentang saya yang ngado novel buat sobat-sobat saya. Well, bagi yang belum baca, nggak usah baca deh, saya malu. Bagi yang uda baca, ya udah, mending lupain ajah, nggak penting juga kok. Wakakaka…

Fine, Fine, I’m serious.

Jadi, saya ini—yang tergolong susah menjalin [strike]hubungan *cieeh*[/strike] persahabatan dan pertemanan—pada akhirnya punya 3 orang yang lumayan deket banget. Pernah saya singgung sebelumnya di post-post lalu. Nggak usah terlalu memperhatikan, kisah hidup saya nggak sepenting itu kok. Pokoknya, nih ya, sebelum saya lanjut ke masalah “Birthday” saya mau kasih kronologinya dulu. Kalau keburu bosen, silakan pergi dah, daripada ketiduran di depan kompie, sayang tuh billingnya jalan terus *meracau*;

Jadi.. saya punya 3 sobat. Sebutlah bebek, muz-muz, dan belin. Nah, kita sobatan sejak SMP. Yah, nggak lama sih, paling baru 5 tahun sama muz-muz, 4 tahun sama belin, dan 3 tahun sama bebek (wow, hebat, ada tingkatannya, bisa di statistik ituh). Eh, itu tergolong lama nggak sih? buat saya yang notabene acuh-tak acuh dan sulit bersosialisasi ini itu waktunya pendek lho. Oke, nggak penting yak..

Nah, selama bertahun-tahun temenan mereka ituuh… *agak malu mengakuinya* kado ultah buat mereka ituuuh…. yg khusus dari saya (bukan hasil patungan) selalu, selalu, selaluuuuu novel. Omaigad. Iya, saya tahu saya itu menyedihkan. Saya itu nggak kreatip. Saya itu aneh. Dan aneh. Aneh. Aneh.

Abisnya, saya mau ngasih mug, ngasih jam bekker, ngasih kaus, ngasih pigura, ngasih pernak2 apalah itu, entah gimana nggak sreg. Kesannya, kok, standar, nggak bermakna. Yah, kalau mau ngasih istimewa sih, mungkin ngado lukisan sendiri, mobil, atau motor yang notabene ‘istimewa’ *ya eyalah*. Tapi, kebangetan juga kalau ngasih mereka novel. Tapi, saya nggak tahu lagi mau ngasih apa.

Lagipula, ini gara-gara ultah mereka deketan. Bebek (21/11), Belin (12/01), Muz-muz (15/01). Jadi, jauh-jauh hari (tahun lalu dan dua tahun lalu), mulai september (mulai ultah saya), saya uda nyiapin kado buat mereka. Karena ngerasa nggak adil kalo ngasih kado yang ‘beda’ dengan harga yang ‘beda’ juga, maka saya pukul sama rata deh. Nyari kado yang sejenis, seharga, dan sama2 bermanfaat. Kotak pensil, binder, dkk saya rasa terlalu kekanak-kanakan. Ngasih mug, jam bekker, jam tangan, dkk, saya rasa kurang bermakna, kesenggol dikit, jatuh, pecah, nggak awet, emangnya apa yang bisa dikenang? Trus, emangnya novel-novel itu bermakna ya? Yah, enggak juga sih, tergantung isi novelnya juga sih. Tapi mendinglah, daripada barang hancur pecah belah, kertas-kertas dijilid ini masih lebih awet *pikiran sederhana dari penulis bodoh*.

Jadilah, dikarenakan otak buntu jadi ide mampet, dan saya itu malesnya setengah mati. Suka menggampangkan masalah dan sering melupakan sesuatu yang penting. Serta suka sekali menunda-nudnda sesuatu. *jah, ketahuan deh aibnya*

Akhirnya saya hunting novel2 seharga dengan judul yang berbeda-beda. Jadinya ntar kita bisa saling pinjem gituh. *niat terselubung* Selama bertahun-tahun, kalau kita awet temenan dan saling komunikasi, mungkin koleksi novel mereka bisa beranak pinak. Wkwkwkw… akan saya pastikan deh. *tapi nggak janji*

Sama kayak belin dan bebek, muz-muz juga bakalan dapet novel dari saya. Masyaallah, bener-bener nggak kreatip saya ini *geleng2 kepala*

Another Birthday, another Novel..

Yeah, I’m sucks

Nggak tahu deh apa yang ada dipikiran mereka. Ultah bebek november kemaren, saya yg pertama dateng kerumahnya, dan langsung nyerahin kado. Dia langsung bilang, “Novel lagi yaaaa…” sambil mukul kepala saya.

Hal yang sama juga terjadi pada Belin. Saya nyari dia di kelasnya dan menunggu sampai kelas kosong sebelum nyerahin kado. Dia bilang, “Oh, novel yaaa..” sambil nyubit pipi saya.

Gimana dengan muz-muz? Well, sudah dipastikan, bereaksi sama! Mungkin kalimatnya, “Pasti novel!!” *ngebayangin muz-muz yang teges* sambil.. err… sambil.. wah, nggak tahu reaksi muz-muz kayak gimana. Selama ini dia yang paling sopan dan beradab kalau memperlakukan saya. Wkwkw..

Oke, ini bukan hanya keegoisan saya semata. Menyogok temen2 saya untuk suka baca novel juga. Well, nggak perlu, sungguh. Mereka juga pada suka pinjem novel ke saya kok. Kita sehobi, walau mereka nggak sefanatik saya. Kalo nggak ada kemiripan—walau sedikit aja—susah sekali untuk cocok, kan? Minimal ada satu kemiripan yang membuat suatu hubungan bisa berjalan *jah, ngomongin hubungan lagi*

Btw, Judulnya “DROP OUT” by Arry Risaf Arisandi. Salah satu terbitan gagas dan masuk dalam kategori Komedi Cinta (sebangsa teenlit). Lucu ceritanya, bener2 ditulis dari sudut pandang cowok (cowok banget), bahasanya lugas, tepat sasaran dan nggak bertele-tele.. tapi ngena dan lucu minta ampun. Nggak peduli seaneh apa sense of humor saya, yang pasti saya ngakak bacanya. Kayaknya juga difilmin dengan judul yang sama, tapi saya nggak berani nonton karena takut menemukan adegan tidak senonoh *mengingat warning dari penjaga rental* dan demi menjaga nama baik saya di rental itu *jaimnya kumat*. Yah, kata temen-temen sih lucu-ngeres gitu. Jah, jah, jah… nggak berani dah. Bisa rusak reputasi anak-baik-penurut dimata orang tua nanti *sial, saya baru nyadar kalo saya super jaim* =)) =))

Sayang sekali, akibat kondisi yang tidak memungkinkan (tengah malem, ngantuk, laper, ujan deres dengan petir menyambar-nyambar, dan terutama males) saya menyatakan untuk tidak mereviewnya. Sungguh saya nggak sanggup. Walau saya sangat-sangat kecewa harus melepas novel lucu nan bagus itu tanpa di-review terlebih dahulu. Tapi apa mau dikata.. saya males kuadrat, tengah malem beginih.. mana belum dibungkus kertas kado (gara2 kertas kado cadangan, entah gimana bisa ilang dari lemari dan ujan badai diluar sana bikin saya nggak bisa keluar beli kertas kado). Ya ampun, besok aja deh, pulang sekolah saya bungkusnya. Maap ya muz. Lain kali boleh pinjem kan, mw saya review gituh.. *ketip2najong*

Fufufufu… menghindari fakta bahwa jam segini saya belum tidur padahal besok niatnya mau ngabisin waktu seharian diluar untuk merayakan ultah muz-muz (bakalan jadi tantangan terbesar abad ini bagi anak rumahan yang nggak pernah keluar lebih dari 2 jam dari rumah bersama teman2nya). Enaknya bawa digicam nggak yaaa? Kira-kira bakalan diketawain ma orang2 nggak ya kalau saya foto-foto ditengah mall, misalnya..

Ah, btw, saya bikin blog lagi *masyaallah* Nggak tahu, nih tangan asal regis aja *nyalahin tangan*. Padahal punya 3 blog bawaan yang nggak keurus, ck ck.. tapi yang 3 bawaan itu kan bener2 bawaan, yang ini kan regis bikin blog pribadi *pengalesan*. Kali ini regis di blogspot/blogger *istilahnya yg bener yg mana sih?* akhirnya, setelah belajar dan tanya2, saya cukup pede dengan pengalaman coding html saya. Setelah yang ini sukses, mungkin saya bakalan melangkah ke wordpress *ambisi* daaan… insyaallah yg di blogger/blogspot juga rajin di update, doakan saja 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s