Uncategorized

Cacar, Di Umur Segini!! >O<!–

Hal terakhir yang tidak pernah aku bayangkan adalah kena cacar.
Kenapa? Karena mulai dari ayah, ibu, aku dan adekku bebas cacar. Memang cacar bukan dari keturunan, tapi kan, nggak nyangka aja.

Aku masih inget, waktu kelas satu SD, di Samarinda, Kalimantan Timur. Jaman2nya aku masih anak imut, baik dan rajin menabung. Siswa2 di kelas pada tumbang satu persatu kena cacar. Yang bertahan bisa dihitung dengan sebelah tangan, termasuk aku. Begitu juga ketika wabah cacar melanda lagi saat aku kelas empat SD di Pasar Minggu, Jaksel. Saat-saat sepi (gara2 penghuni kelas nggak sampe 10 anak) di kelas, aku masih bertahan jadi satu-satunya anak tanpa label sejarah hitam (baca: sejarah kena cacar). Bayangkan. Temen sebangkuku kena cacar, dan aku masih bertahan dengan hebatnya, nggak ketularan. Beneran, bikin bangga lho. Soalnya cuma aku satu-satunya anak yang nggak pernah kena cacar di kelas waktu itu.

Nah, itulah mengapa aku menaruh “Kena Cacar” dalam urutan paling bawah hal yang nggak pernah terpikirkan. Daya tahan tubuhku kebal cacar. Yeah, sepertinya aku beruntung dapet vaksin cacar yang bagus waktu masih kecil. Begitulah… *nyengir kuda*

Nah, cerita ini berawal dari dua hari lalu. Hari Rabu, tanggal 9 Juli. Masih dengan santainya aku leha-leha. Mumpung liburan gitu loh. Kapan lagi aku bisa santai begini. Tidur seenaknya, bangun seenaknya pula, makan sesukanya, ga bebenah rumah (ibu dolan ke kampung), ga ada yg ngomel, ga perlu masak. Jah, kayak surga dah. Yah, itulah. Nggak heran kenapa besoknya (baca: hari kamis), badan mulai adem panas. Cuma adem panas biasa. Sudah sering aku ngerasa begini, tiap hari malah. Gara-gara stres di sekolah. Jadi, yah aku anggep aja ini cuma kecapean karena hidup ngga teratur (baca: seenaknya). Mana waktu itu aku nggak tidur 24 jam penuh gara2 amnesia kumat. Ya jelaslah kalau gitu alesan badanku panas.

Sorenya, ada sesuatu yang seperti jerawat di siku. Bening, nggak berwarna. Seperti nanah. Aku pikir mungkin digigit binatang apa gitu dan bakalan jadi herpes. Soalnya dulu pernah kejadian hal yang sama. Nah, waktu aku mandi, nanah itu pecah. Perih karena kegosok sabun. Yah, aku pikir baguslah, nanahnya hilang. Dengan pedenya saya dandan rapi dan bebenah rumah seolah nggak ada apa-apa. Badan juga sudah nggak panas lagi. Dan ibu mau pulang. Aku lihat ada beberapa nanah yang sama di perut dan kakiku juga, aku pikir sih gampanglah, besok pagi juga hancur kalo disabun lagi. Trus nanah yang dimuka? Mungkin jerawat. Jarang2 ada jerawat mampir di muka. Aku nyengir kuda. Bangga karena akhirnya ada jerawat yg berani nemplok di wajah mulusku (cuiiih).

Ibu pulang, dengan rambut yang. Wow. Surprise. Di Smoothing. Padahal dulu2 aku ajak Smoothing juga nggak mau karena sayang duit katanya. Eh, ini malah dirayu sama sepupuku kok mau. Yah, nggak salah juga sih, sepupuku tuh model. Jam terbangnya sudah tinggi kalo menyangkut masalah dandan di salon dan segala macem tetek bengeknya. Nah, yang bikin aku kasian itu adekku. Badannya panas, dia bilang kena cacar. Joh, becandanya keterlaluan deh dek. Beneran aku kira becanda. Adekku satu ini memang manja minta ampun, dikit2 sakit, dikit-dikit panas. Tapi kok, ayah ma ibu kayaknya yakin amat adekku ini beneran kena cacar. Aku jadi termakan deh. Aku langsung antipati ma adekku ini. Pokoknya menyingkir jauh-jauhlah. Aku nggak mau ketularan cacar. Berabe dah, sejarah keluargaku yang bersih tanpa noda cacar akan tercoreng gara2 adekku yang geje. (baca: ga jelas).

Besoknya, aku bangun dengan merasakan perih pada muka. Kayaknya sih, jerawatku pecah. Kemungkinan besar. Jerawatku yang di kaki juga ngilu kalo kegesek. Joh, moodku pagi itu langsung jelek dah. Aku bangun dan nyapa adekku yang tergeletak tak berdaya di kamar sebelah. Banyak bgt cacarnya. Dan, yang bikin shock adalah, cacarnya kok sama dengan jerawatku sih?? Ya ampun, saat itulah otakku berputar cepat, menyadari bahwa AKU JUGA KENA CACAR!! Omaigat!! NOOO!!

Huwaaaa…. hiks.. hiks.. Dan segeralah aku diberi pertolongan pertama. Dilamur sama jagung muda di seluruh tubuhku. Cacarku nggak separah adekku sih, tapi aku jadi kayak monster nangka (ngambil istilah dari novel: MISS-J karangan Orizuka). Jah, padahal aku lagi menghitung hari menunggu hari masuk sekolah. Tinggal Tiga Hari Lagi!! Dan aku malah kena cacar??!! DAMN!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s